JAKARTA, Cobisnis.com – Komunitas membaca sunyi atau Silent Book Club semakin populer di berbagai negara. Tren ini menawarkan cara santai untuk membaca sekaligus membangun pertemanan baru.
Salah satu kegiatan terbaru berlangsung di Margaret Mitchell House di Atlanta, Amerika Serikat. Peserta awalnya berbincang dan menikmati suasana bersama.
Namun setelah itu, mereka menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk membaca dalam keheningan. Kemudian, para peserta kembali berdiskusi dan berinteraksi setelah sesi membaca selesai.
Konsep sederhana tersebut menarik minat banyak pecinta buku. Selain itu, kegiatan serupa juga berkembang melalui komunitas daring, pesta membaca, dan tren BookTok.
Popularitas komunitas membaca muncul saat minat membaca untuk kesenangan mengalami penurunan di Amerika Serikat. Sebuah studi tahun 2025 menemukan waktu membaca untuk hiburan terus menurun selama dua dekade terakhir.
Karena itu, banyak komunitas berupaya menghidupkan kembali budaya membaca. Aiden Quayle, salah satu peserta acara di Atlanta, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara mudah untuk bertemu orang baru.
Menurutnya, komunitas membaca memberikan kesempatan beristirahat dari kesibukan sehari-hari. Sementara itu, para ahli menilai membaca memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental.
Presiden American Library Association, Sam Helmick, mengatakan membaca membantu otak melepaskan tekanan. Aktivitas tersebut memungkinkan seseorang menyerap informasi tanpa tuntutan pekerjaan atau tujuan tertentu.
Di sisi lain, tingkat stres, kecemasan, dan depresi terus meningkat di Amerika Serikat. Karena itu, para peneliti menilai kebiasaan membaca semakin penting untuk menjaga kesejahteraan mental.













