JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI terus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di sektor pendidikan. Langkah tersebut dilakukan dengan menyasar pelajar sebagai generasi yang diharapkan mampu memahami pengelolaan keuangan sejak usia dini.
Hingga saat ini, BSI telah dipercaya mengelola lebih dari 60 ribu sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah di lingkungan pendidikan.
Secara nasional, BSI saat ini memiliki basis nasabah mencapai 23,7 juta orang. Perseroan terus mendorong pertumbuhan jumlah nasabah dengan memperkuat penetrasi keuangan syariah di kalangan pelajar.
Upaya tersebut didukung melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dalam program GENCARKAN atau Gerakan Cerdas Keuangan. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan.
Selain itu, terdapat program KEJAR atau Satu Rekening Satu Pelajar yang mendorong budaya menabung sejak dini. Program tersebut juga diharapkan mampu membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih baik di kalangan pelajar.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak literasi keuangan. Menurutnya, kelompok usia muda dapat membantu memperluas pemahaman keuangan syariah di lingkungan sekitarnya.
BSI juga aktif mencetak duta literasi yang berasal dari kalangan mahasiswa di berbagai daerah. Saat ini, jumlah duta literasi yang dibina perseroan telah mencapai sekitar 5.000 orang di seluruh Indonesia.
Selain edukasi, BSI mencatat nilai Tabungan Pelajar telah mencapai Rp1,7 triliun hingga saat ini. Perseroan menargetkan pertumbuhan tabungan pelajar sekitar 10 persen pada tahun ini sekaligus memperkuat komposisi dana murah dan dana pihak ketiga perusahaan.













