JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mengupayakan pembebasan empat WNI yang menjadi awak kapal MT Honour 25. Saat ini, para WNI tersebut masih berada dalam penyanderaan perompak di Somalia.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan Kemlu terus memantau perkembangan situasi. Selain itu, KBRI Nairobi dan Konsul Kehormatan Indonesia di Somalia juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Kemlu menjalin komunikasi dengan perusahaan kapal dan otoritas setempat. Karena itu, proses penanganan kasus dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Menurut Heni, negosiasi pembebasan sandera masih berlangsung hingga saat ini. Namun, pemerintah belum menerima informasi resmi terkait nilai tebusan yang diminta para perompak.
Sementara itu, Kemlu juga memantau kondisi kesehatan dan kebutuhan logistik awak kapal. Namun, lokasi kapal yang jauh dari jangkauan masih menjadi tantangan utama.
Meski begitu, pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan terbaik bagi para WNI. Selain itu, Kemlu akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah memperoleh informasi yang telah terverifikasi.
Sebelumnya, perompak membajak MT Honour 25 di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Kapal tersebut membawa 15 awak dari Indonesia, Pakistan, India, dan Myanmar, termasuk empat WNI yang masih disandera.













