JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah yang saat ini melemah dapat kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap fiskal maupun aktivitas ekonomi nasional.
Pemerintah saat ini terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami depresiasi sepanjang 2026. Berbagai perhitungan juga telah disiapkan sebagai dasar pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menegaskan bahwa kekuatan ekonomi domestik menjadi faktor utama yang dapat mendorong pemulihan nilai tukar rupiah. Ia meyakini mata uang suatu negara akan mengikuti kondisi ekonomi yang sehat dan bertumbuh.
Fokus pemerintah saat ini adalah menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan investor.
Menurutnya, ekonomi yang kuat akan menarik lebih banyak investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI). Selain itu, investor global juga dinilai akan semakin tertarik menanamkan modal di Indonesia.
Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur positif dibandingkan banyak negara lain. Bahkan, Indonesia disebut menempati posisi kedua di antara negara G20 setelah India dalam hal pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menilai pelemahan rupiah saat ini belum sampai menghambat kegiatan ekonomi masyarakat maupun dunia usaha. Oleh karena itu, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional ke depan.
Selain faktor domestik, perkembangan geopolitik global dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan. Purbaya memperkirakan dalam dua hingga tiga bulan mendatang kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah akan berada pada posisi yang lebih kuat.













