JAKARTA, Cobisnis.com – Aktivis yang ditahan dari Global Sumud Flotilla dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan psikologis selama berada dalam tahanan Israel.
Kelompok hak asasi manusia Israel, Adalah, menyatakan sejumlah aktivis mengalami sengatan listrik dan perlakuan tidak manusiawi saat menjalani penahanan.
Menurut Adalah, sedikitnya tiga aktivis dirawat di rumah sakit akibat luka serius. Sementara puluhan lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk dan gangguan pernapasan.
Tim hukum Adalah juga mengumpulkan kesaksian mengenai penggunaan sengatan listrik berulang terhadap para tahanan selama proses penahanan.
Selain itu, para aktivis disebut dipaksa berada dalam posisi menyakitkan saat dipindahkan menuju Port of Ashdod, termasuk berjalan sambil membungkuk dan berlutut dalam waktu lama.
Adalah turut menuduh otoritas Israel melepas jilbab sejumlah aktivis perempuan secara paksa selama proses penahanan berlangsung.
Sebelumnya, video yang dibagikan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memperlihatkan para aktivis berlutut dengan tangan diborgol sambil lagu kebangsaan Israel diputar.
Global Sumud Flotilla diketahui berangkat dari Marmaris, Turki, pekan lalu dalam upaya menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.
Para aktivis dicegat di perairan internasional sebelum akhirnya dipindahkan ke Ashdod dan dijadwalkan menjalani proses peninjauan status penahanan sebelum deportasi dilakukan.













