JAKARTA, Cobisnis.com – Aljazair mungkin belum terlalu populer di kalangan wisatawan Indonesia. Namun negara di Afrika Utara ini menyimpan sejarah panjang, budaya kuat, dan bentang alam unik yang didominasi Gurun Sahara.
Aljazair dikenal dengan julukan Negeri Sejuta Syahid, merujuk pada perjuangan rakyatnya melawan penjajahan Prancis selama 132 tahun hingga merdeka pada 5 Juli 1962. Julukan itu menjadi bentuk penghormatan bagi para pejuang yang gugur membela tanah air.
Saat ini Aljazair merupakan negara terbesar di Afrika dengan luas sekitar 2,38 juta kilometer persegi. Sekitar 80 persen wilayahnya berupa Gurun Sahara yang menjadi salah satu daya tarik utama negara tersebut.
Aljazair belakangan juga menjadi sorotan setelah menggelar 25th International Tourism and Travel Fair atau SITEV. Acara ini mempertemukan pelaku industri pariwisata dan media dari berbagai negara untuk memperkenalkan potensi wisata Aljazair ke dunia.
Indonesia turut hadir dalam agenda tersebut melalui perwakilan media nasional. Perjalanan menuju Aljazair ditempuh sekitar 15 jam penerbangan dengan transit melalui Bandara Internasional Istanbul.
Sesampainya di Aljir, pengunjung disambut suasana kota yang memadukan arsitektur Islam, kolonial Prancis, dan modern. Kuliner khas seperti couscous, chorba frik, dan bourek juga menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan.
Selama SITEV berlangsung, peserta diajak menjelajahi beberapa kota seperti Oran, Tlemcen, Annaba, dan Tipaza. Masing-masing menawarkan wisata sejarah, pantai Mediterania, hingga peninggalan peradaban kuno yang menjadi kekuatan utama pariwisata Aljazair.












