JAKARTA, Cobisnis.com – Argentina tengah menghadapi musim hantavirus terparah dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan kasus tersebut kini turut memicu ketegangan diplomatik dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Melansir Anadolu, pemerintah Argentina menuduh WHO mempolitisasi wabah hantavirus yang sedang terjadi. Situasi itu muncul di tengah upaya otoritas kesehatan mengendalikan peningkatan kasus yang signifikan.
Berdasarkan buletin epidemiologi terbaru, Argentina mencatat 101 kasus hantavirus terkonfirmasi sepanjang musim 2025–2026. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 57 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kementerian Kesehatan Argentina menyebut jumlah kasus saat ini berada di atas ambang wabah nasional. Peningkatan kasus juga disebut masih berlangsung tanpa tanda-tanda penurunan.
Sepanjang tahun 2026 saja, Argentina telah mencatat 42 kasus baru. Pemerintah kini memperkuat protokol deteksi dini untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
Para ahli menilai faktor lingkungan menjadi salah satu penyebab utama lonjakan kasus. Kekeringan dan hujan lebat disebut mendorong peningkatan populasi hewan pengerat yang membawa virus.
Kondisi tersebut membuat tikus lebih sering masuk ke permukiman manusia untuk mencari makanan. Selain itu, perubahan iklim dan kerusakan habitat juga dinilai memperbesar interaksi manusia dengan lingkungan liar.
Krisis ini semakin menjadi perhatian setelah muncul wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berangkat dari Ushuaia, Argentina. Hingga kini, sumber pasti infeksi di kapal tersebut masih belum dapat dipastikan oleh otoritas setempat.
Sebelumnya, Argentina juga mengikuti langkah Amerika Serikat untuk menarik diri dari WHO pada Maret lalu. Pemerintah Argentina kemudian menilai WHO memanfaatkan kasus hantavirus di kapal pesiar tersebut untuk memengaruhi keputusan politik negara mereka.
Meski hubungan politik memanas, otoritas kesehatan Argentina memastikan pemantauan epidemiologi preventif tetap berjalan. Pemerintah juga terus berupaya mengendalikan penyebaran hantavirus di berbagai wilayah terdampak.













