JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah regional Kepulauan Canary, Spanyol, resmi menolak kedatangan kapal pesiar MV Hondius yang tengah dilanda wabah hantavirus. Penolakan ini memicu ketegangan antara pemerintah daerah dan pusat Spanyol.
Presiden Wilayah Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, menegaskan tidak akan izinkan kapal itu berlabuh di wilayahnya. Ia menilai keputusan pemerintah pusat tidak didasarkan pada pertimbangan teknis yang memadai.
Clavijo menyatakan akan lakukan segala cara untuk cegah MV Hondius masuk ke Kepulauan Canary. Ia juga minta pertemuan mendesak dengan Perdana Menteri Pedro Sanchez untuk bahas situasi ini.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan kapal itu tetap akan diterima di Tenerife. Alasannya kewajiban moral dan hukum internasional, termasuk karena ada warga Spanyol di dalamnya.
Clavijo menolak argumen itu dan menyebut keputusan pusat bertentangan dengan hasil pembahasan teknis sebelumnya. Menurutnya, kesepakatan awal justru menyatakan kapal tidak akan diarahkan ke Kepulauan Canary.
Ia juga mempertanyakan logika perjalanan laut tiga hari ke Kepulauan Canary. Evakuasi udara dari Tanjung Verde dinilai jauh lebih masuk akal dan lebih aman.
MV Hondius saat ini berada di sekitar perairan Tanjung Verde setelah sebelumnya juga ditolak negara itu. Kapal berbendera Belanda ini membawa penumpang dari berbagai negara, termasuk warga Inggris, Belanda, dan Jerman.
WHO mengonfirmasi hingga delapan kasus infeksi dan tiga kematian di atas kapal. Satu kasus tambahan juga terdeteksi pada penumpang yang sudah tidak berada di kapal namun pernah kontak dengan pasien.
WHO tengah investigasi kemungkinan penularan antar manusia dari varian Andes yang tergolong sangat jarang. Umumnya hantavirus menular lewat kontak dengan tikus atau cairan tubuhnya.
Penumpang yang diduga terinfeksi sudah dievakuasi dari Tanjung Verde dengan prosedur medis ketat dan perlindungan hazmat. Mereka kemudian diterbangkan ke Belanda untuk perawatan lebih lanjut.













