JAKARTA, Cobisnis.com – Bangkok, ibu kota Thailand, mencatat suhu ekstrem yang melampaui 52 derajat celsius pada 4 Mei 2026. Angka ini masuk kategori bahaya ekstrem, level tertinggi dalam sistem peringatan indeks panas.
Bangkok Metropolitan Administration langsung mengeluarkan peringatan resmi. Warga diminta menghindari semua aktivitas di luar ruangan sampai kondisi membaik.
Indeks panas bukan sekadar suhu udara biasa. Angka ini menggabungkan suhu udara dan kelembapan relatif, sehingga mencerminkan kondisi yang benar-benar dirasakan tubuh.
BMA membagi indeks panas dalam empat tingkat risiko. Dari waspada di angka 27 derajat, naik ke bahaya di 42 derajat, hingga bahaya ekstrem di atas 52 derajat.
Di level bahaya ekstrem, siapa pun yang mengalami gejala tidak biasa diminta segera cari pertolongan medis. Tidak ada toleransi untuk menunda penanganan.
Kelompok paling rentan mencakup anak di bawah lima tahun, lansia di atas 60 tahun, ibu hamil, dan penderita penyakit tertentu. Wisatawan yang beraktivitas di luar juga masuk daftar berisiko tinggi.
Gejala yang perlu diwaspadai mulai dari kelelahan, pusing, ruam kulit, kram, hingga heatstroke. Kondisi terakhir bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Bagi yang terpaksa keluar, otoritas menyarankan mencari ruang pelarian panas lewat situs Greener Bangkok. Informasi cuaca terkini juga tersedia di aplikasi AIR BKK.
Dikutip dari The Straits Times, prakiraan harian indeks panas menunjukkan kondisi sudah jauh melampaui ambang batas aman. Bangkok praktis tidak aman untuk aktivitas luar ruangan dalam waktu dekat.
Pihak berwenang menegaskan kewaspadaan adalah kunci utama. Dampaknya bisa sangat serius, terutama bagi kelompok rentan yang paling tidak terlindungi.













