JAKARTA, Cobisnis.com – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M telah memasuki hari ke-13. Hingga kini, tujuh jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia di Madinah.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, menjelaskan penyebab utama kematian. Ia menyebut sebagian besar jemaah wafat karena serangan jantung dan gangguan paru-paru.
Selain itu, Maria juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para jemaah. Ia berharap mereka mendapatkan husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Di sisi lain, tujuh jemaah tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya Jawa Tengah, Bengkulu, Riau, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.
Selanjutnya, pemerintah memastikan hak jemaah tetap terpenuhi. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan melaksanakan badal haji bagi jemaah yang wafat.
Badal haji merupakan ibadah haji yang diwakilkan oleh orang lain. Biasanya, pelaksanaan ini dilakukan karena kondisi tertentu, termasuk meninggal dunia.
Selain itu, pemerintah terus memantau kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia. Hingga saat ini, ribuan jemaah menjalani rawat jalan.
Sementara itu, sebagian jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Sebagian lainnya mendapat perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Saat ini, puluhan jemaah masih menjalani perawatan intensif. Petugas terus memantau kondisi mereka secara berkala.
Dengan demikian, penyelenggara memastikan layanan kesehatan berjalan optimal. Layanan tersebut tersedia di kloter, daerah kerja, hingga fasilitas rujukan medis.













