JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kereta Api Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keselamatan operasional pada 2026. Perusahaan juga mendukung investigasi dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi.
Langkah ini muncul setelah gangguan operasional pada akhir April 2026. Karena itu, KAI langsung memperkuat evaluasi sistem keselamatan.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI menangani 564 perlintasan sebidang. Selain itu, perusahaan terus memprioritaskan peningkatan keamanan di berbagai wilayah.
Manajemen KAI menegaskan bahwa tim melakukan investigasi secara objektif dan berbasis data. Dengan begitu, hasilnya dapat menjadi dasar perbaikan sistem ke depan.
KAI juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan. Sementara itu, perusahaan mendorong pembangunan underpass dan flyover untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Di sisi lain, KAI mengingatkan bahwa kereta memiliki bobot besar dan jarak pengereman panjang. Oleh sebab itu, pengguna jalan harus berhati-hati saat melintasi rel.
Saat ini, terdapat 3.888 titik perlintasan di Jawa dan Sumatra. Dari jumlah tersebut, 2.799 merupakan perlintasan resmi.
Namun, masih ada banyak titik yang belum optimal pengawasannya. Sebanyak 2.112 titik sudah dijaga, sedangkan 1.776 lainnya belum memiliki penjagaan penuh.
Karena itu, KAI terus mendorong penutupan perlintasan liar. Selain itu, perusahaan mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran demi keselamatan bersama.













