JAKARTA, Cobisnis.com – PT ABM Investama Tbk menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Perusahaan memperkuat posisi sebagai entitas energi terintegrasi melalui ekspansi tambang.
Sepanjang 2025, ABMM merealisasikan berbagai langkah strategis. Fokus utama diarahkan pada pengembangan tambang di Sumatra dan Kalimantan.
Direktur Utama Achmad Ananda Djajanegara menyebut akuisisi menjadi bagian penting strategi. Perusahaan telah mengakuisisi PT Nirmala Coal Nusantara pada 2024 dan PT Piranti Jaya Utama pada 2025.
Melalui PT Reswara Minergi Hartama, akuisisi ini memperkuat kapasitas produksi. Tambang NCN di Aceh Barat memiliki potensi cadangan hingga 31 juta ton batu bara.
Selain itu, NCN telah melakukan first sales pada Februari 2026. Dengan sumber daya mencapai 87,34 juta ton, tambang ini diproyeksikan menjadi penopang pasokan energi.
Di sisi lain, tambang PJU di Kalimantan Tengah tengah dipersiapkan untuk operasi komersial. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026 dengan potensi cadangan signifikan.
Di tengah tantangan global, ABMM tetap menjaga kinerja operasional. Volume overburden removal tercatat mencapai 235,5 juta BCM sepanjang 2025.
Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat diversifikasi dan energi terbarukan. Melalui inisiatif karbon dan ekspansi bisnis, ABMM optimistis menciptakan nilai jangka panjang.













