JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut perhatian Amerika Serikat terhadap negaranya mulai berkurang akibat konflik yang berkembang di Iran.
Ia menilai para negosiator AS kini lebih fokus pada situasi Timur Tengah, sehingga proses perdamaian antara Ukraina dan Rusia ikut terhambat.
Zelensky menyampaikan bahwa sejumlah tokoh kunci dalam negosiasi, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, saat ini lebih aktif terlibat dalam pembicaraan terkait Iran.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada intensitas diplomasi yang sebelumnya difokuskan untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Perundingan antara Rusia dan Ukraina yang sempat berlangsung kini dilaporkan terhenti sejak konflik Iran pecah pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, kedua pihak belum kembali ke meja perundingan.
Selain diplomasi, Zelensky juga menyoroti perlambatan pengiriman bantuan militer dari Amerika Serikat. Ia menyebut kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pertahanan Ukraina.
Salah satu yang paling terdampak adalah pasokan sistem pertahanan udara, termasuk rudal pencegat PAC-3 dan PAC-2 yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi serangan udara.
Zelensky menjelaskan bahwa sebagian besar peralatan tersebut diperoleh melalui skema pembiayaan internasional yang melibatkan negara-negara Eropa.
Namun, dengan meningkatnya konflik di Timur Tengah, distribusi bantuan militer menjadi lebih lambat dan tidak seintens sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Zelensky menegaskan bahwa tanpa tekanan kuat dari Amerika Serikat terhadap Rusia, upaya untuk mengakhiri perang berpotensi melemah.
Ia menilai pendekatan diplomasi yang terlalu lunak tidak akan cukup untuk membuat Rusia mengubah sikapnya dalam konflik ini.
Di sisi lain, Ukraina juga berupaya memperkuat kerja sama dengan negara lain, termasuk Norwegia, untuk menjaga stabilitas pertahanan.
Kedua negara bahkan telah menandatangani deklarasi kerja sama yang mencakup produksi drone Ukraina di Norwegia sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik global dapat berdampak langsung terhadap jalannya konflik regional.
Dengan perhatian global yang terbagi, Ukraina kini menghadapi tantangan baru dalam menjaga dukungan internasional di tengah perang yang belum usai.













