JAKARTA, Cobisnis.com – IBM sepakat membayar sekitar 17 juta dolar AS untuk menyelesaikan tuduhan praktik DEI ilegal di Amerika Serikat.
Kesepakatan ini diumumkan oleh Departemen Kehakiman AS melalui pejabat terkait. Selain itu, pemerintah menilai IBM membuat klaim tidak akurat dalam kontrak federal.
Pihak berwenang menuduh IBM menetapkan target demografi ras dan gender dalam kebijakan tenaga kerja. Oleh karena itu, praktik tersebut dinilai berpotensi melanggar hukum.
Namun, IBM membantah telah melakukan diskriminasi dalam kebijakan perekrutan. Selain itu, perusahaan menegaskan strategi mereka fokus pada keterampilan dan kebutuhan klien.
Dalam pernyataannya, IBM menyambut penyelesaian kasus tersebut. Meski begitu, kesepakatan ini tidak dianggap sebagai pengakuan kesalahan dari perusahaan.
Di sisi lain, pemerintah AS juga tidak mencabut dasar tuduhan yang diajukan. Oleh karena itu, kedua pihak memilih menyelesaikan perkara tanpa proses pengadilan lanjutan.
Langkah ini terjadi di tengah kebijakan pemerintah yang memperketat praktik DEI. Sebelumnya, administrasi Donald Trump membatasi program DEI di sektor publik dan swasta.
Bahkan, lembaga federal diperintahkan menghentikan seluruh unit terkait DEI pada awal masa jabatan kedua Trump. Selain itu, kebijakan ini juga berdampak pada kontraktor pemerintah.













