Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, program ini berpotensi menyerap hingga 1 juta tenaga kerja jika berjalan optimal. Angka ini cukup besar dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional.
Ia mengacu pada hitungan BPS, di mana pertumbuhan ekonomi 1% bisa menyerap sekitar 450 ribu tenaga kerja. Dari simulasi tersebut, dampak MBG secara kasar bisa menembus lebih dari 2% pertumbuhan.
Namun, angka itu belum sepenuhnya bersih. Sebagian tenaga kerja yang masuk ke program ini berasal dari perpindahan sektor lain, bukan murni pekerjaan baru.
Kondisi ini membuat dampak riil terhadap ekonomi lebih kecil dari hitungan awal. Meski begitu, efek bersihnya tetap dinilai kuat dan berada di atas 1%.
Selain membuka lapangan kerja, MBG juga menggerakkan sektor lain seperti pertanian, distribusi, dan UMKM dalam rantai pasok.
Di sisi lain, program ini punya dampak sosial jangka panjang lewat peningkatan gizi dan kualitas sumber daya manusia.
Dengan efek ekonomi dan sosial yang berjalan beriringan, MBG dinilai sebagai program dengan multiplier effect yang luas.
Keberhasilannya tetap bergantung pada eksekusi di lapangan, ketepatan sasaran, dan pengelolaan anggaran yang efisien.