JAKARTA, Cobisnis.com – Konsumsi fast food di France terus meningkat saat generasi muda mengubah kebiasaan makan nasional. Namun, perubahan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku kuliner klasik.
Salah satu nama yang kini ramai dibicarakan ialah Tasty Crousty, jaringan makanan cepat saji yang menjual chicken tenders di atas nasi. Restoran ini viral di media sosial karena menawarkan porsi besar dengan harga terjangkau.
Di Paris, antrean pembeli terus terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Meski begitu, restoran tersebut tidak menyediakan tempat duduk dan hanya melayani pembelian bawa pulang.
Louise-Marie Kerboeuf, pengunjung berusia 19 tahun, mengatakan harga murah menjadi daya tarik utama. Selain itu, ia menilai menu sederhana tetap cocok di tengah biaya hidup yang terus naik.
Data dari Food Service Vision menunjukkan pendapatan restoran jaringan komersial di Prancis menembus 20 miliar euro pada 2023. Angka itu naik 30 persen dibandingkan 2019.
Pada 2024, nilainya kembali naik menjadi 21 miliar euro. Sementara itu, konsultan restoran Bernard Boutboul memperkirakan lebih dari separuh omzet industri restoran Prancis kini berasal dari fast food dan fast casual.
Menurut Boutboul, kelompok usia di bawah 35 tahun menjadi penggerak utama tren ini. Mereka juga sangat dipengaruhi konten media sosial dan promosi influencer.
Menu paling populer tetap sandwich, burger, dan pizza. Namun, kotak nasi dengan ayam goreng renyah serta saus mayo pedas kini menjadi tren baru.
Jaringan Krousty Sabaïdi mengklaim menciptakan konsep tersebut pada 2012 di Bordeaux. Kini, merek itu memiliki puluhan gerai di seluruh negeri.
Selain itu, O’Tacos juga berkembang pesat dengan menu tortilla isi ayam kebab dan kentang goreng. Banyak gerainya berdiri dekat restoran cepat saji Amerika.













