JAKARTA, Cobisnis.com – Blue Owl Capital menghadapi tekanan besar setelah investor ramai menarik dana dari beberapa produk investasinya. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran baru terhadap pasar private credit global.
Perusahaan itu melaporkan lonjakan permintaan penarikan dana dalam dua portofolio utama. Karena itu, Blue Owl membatasi pembayaran hanya lima persen dari masing-masing dana.
Dana teknologi senilai US$6 miliar menerima permintaan penarikan hingga 41 persen. Angka itu naik tajam dari 15,4 persen pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, dana unggulan senilai US$36 miliar menerima permintaan penarikan 22 persen. Sebelumnya, angka tersebut hanya berada di kisaran lima persen.
Setelah laporan itu muncul, saham Blue Owl sempat turun sembilan persen pada perdagangan awal. Namun, saham kemudian menutup hari dengan pelemahan 1,5 persen.
Tekanan juga menyebar ke pelaku private credit lain seperti Apollo Global Management dan Ares Management. Saham kedua perusahaan ikut melemah dalam sesi yang sama.
Manajemen Blue Owl menyebut persepsi pasar sebagai penyebab utama gelombang penarikan dana. Meski begitu, perusahaan menilai kualitas kredit dalam portofolionya masih bertahan.
Selain faktor pasar, kekhawatiran terhadap gangguan bisnis akibat kecerdasan buatan ikut memicu tekanan. Banyak investor mulai menilai ulang eksposur dana terhadap perusahaan teknologi.
Pasar private credit sendiri tumbuh pesat setelah krisis keuangan global 2008. Saat bank memperketat pinjaman, lembaga non-bank justru mengambil ruang lebih besar.
Kini, nilai sektor tersebut mendekati US$1,8 triliun. Namun, pertumbuhan cepat itu juga memunculkan kekhawatiran baru karena banyak data pinjaman tidak terbuka ke publik.
Beberapa analis menilai tekanan di satu dana bisa memicu sentimen lebih luas. Jika risiko membesar, bank dapat memperketat kredit untuk perusahaan dan konsumen.













