JAKARTA, Cobisnis.com – Penarikan pasukan AS dari Iran 2026 diumumkan langsung oleh Presiden Donald Trump dalam pernyataan resmi. Oleh karena itu, langkah ini menandai akhir keterlibatan militer Amerika dalam serangan terhadap Iran.
Trump menyebut pasukan akan segera meninggalkan wilayah tersebut dalam waktu dekat. Namun, ia memperkirakan proses penarikan bisa selesai dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Ia menjelaskan keputusan ini sebagai bagian dari strategi baru Amerika Serikat di kawasan. Selain itu, ia menegaskan bahwa negaranya tidak ingin terus terlibat dalam konflik yang berkepanjangan.
Trump juga menyebut negara lain harus menjaga kepentingan energi mereka sendiri di kawasan. Misalnya, negara Eropa harus melindungi akses minyak dan gas melalui Selat Hormuz tanpa bantuan Amerika.
Sementara itu, konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih memanas sejak serangan udara dimulai. Serangan tersebut juga melibatkan Israel sebagai sekutu utama dalam operasi militer.
Pemerintah Iran melaporkan lebih dari 1.340 korban jiwa akibat serangan udara tersebut. Oleh karena itu, situasi kemanusiaan menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Di sisi lain, NATO tidak memberikan dukungan dalam operasi militer tersebut. Namun, keputusan itu disebut membuat Trump merasa kecewa terhadap aliansi tersebut.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke beberapa target strategis. Sementara itu, serangan juga diarahkan ke wilayah yang memiliki aset militer Amerika di kawasan Teluk.













