JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Rusia menyatakan kesiapan untuk memasok minyak kepada Pertamina, seiring meningkatnya harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan bahwa negaranya terbuka untuk menjalin kerja sama energi dengan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia.
“Presiden kami telah beberapa kali menegaskan kesiapan untuk bekerja sama di sektor minyak dan gas bagi negara yang membutuhkan,” ujarnya.
Meski demikian, Tolchenov mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari Pertamina maupun dari pemerintah Indonesia. Namun, pihak Kedutaan Besar Rusia siap membuka pembicaraan jika ada kebutuhan impor minyak dari Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa Rusia tidak membatasi kerja sama hanya dengan negara sahabat. Negara-negara lain, termasuk di Eropa Barat, tetap dapat membeli minyak Rusia selama bersedia menjalin kontrak jangka panjang.
“Pada dasarnya ini soal kebutuhan dan kemauan untuk bekerja sama. Kami tidak menolak siapa pun,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Indonesia membuka peluang impor minyak dari berbagai negara sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi.
Menurutnya, pemerintah tidak membatasi sumber impor hanya dari satu negara, selama pasokan tersedia dan harga yang ditawarkan kompetitif.
“Yang terpenting adalah ketersediaan barang dan harga yang bersaing,” kata Bahlil.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.













