JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Timur. Salah satu pengelola dapur dilaporkan memangkas anggaran bahan makanan yang seharusnya Rp10.000 per porsi menjadi hanya Rp6.500.
Kasus ini mencuat setelah dua kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengadukan kondisi yang mereka alami kepada Wakil Kepala BGN. Keduanya mengaku mendapat tekanan dan intimidasi dari yayasan yang menaungi operasional dapur tersebut.
Tak hanya soal pemotongan anggaran, pemilik yayasan juga disebut-sebut mengaku sebagai keluarga seorang menteri. Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut dipastikan tidak benar oleh pihak terkait.
Dampak dari pengurangan anggaran itu cukup signifikan. Para pengelola SPPG bahkan harus menggunakan dana pribadi untuk menutupi kekurangan, demi menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
BGN menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi karena merugikan program sekaligus berpotensi menurunkan standar gizi yang seharusnya diterima masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, BGN segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi dapur. Hasilnya, ditemukan berbagai pelanggaran, mulai dari kondisi dapur yang tidak higienis hingga fasilitas yang jauh dari standar operasional.
Atas temuan tersebut, BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur terkait dan meminta adanya pembenahan total sebelum diizinkan kembali beroperasi.













