JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Federal Communications Commission Brendan Carr menuai sorotan setelah memperingatkan stasiun televisi lokal di Amerika Serikat terkait pemberitaan perang Iran yang menurutnya mengandung distorsi informasi.
Peringatan itu muncul setelah Carr menanggapi unggahan Donald Trump yang mengkritik liputan media mengenai konflik tersebut dan menyebut lembaga penyiaran harus memperbaiki arah pemberitaan sebelum masa perpanjangan izin siaran mereka tiba.
Carr menegaskan bahwa stasiun televisi wajib beroperasi untuk kepentingan publik dan dapat kehilangan lisensi apabila dinilai tidak memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.
Meski demikian, sejumlah pakar hukum menilai ancaman itu sulit diwujudkan karena FCC hampir tidak pernah mencabut perpanjangan lisensi penyiaran dalam beberapa dekade terakhir dan setiap langkah hukum akan menghadapi proses panjang di pengadilan.
Kritikus menilai langkah Carr sebagai bentuk tekanan politik terhadap media karena lisensi penyiaran lokal sering kali berkaitan dengan kepentingan bisnis besar seperti merger dan akuisisi perusahaan media.
Sejumlah organisasi kebebasan pers juga menyebut ancaman tersebut bertentangan dengan prinsip konstitusi Amerika Serikat karena pemerintah tidak dapat menggunakan kewenangan regulasi untuk memengaruhi isi pemberitaan yang dilindungi oleh Amandemen Pertama.













