JAKARTA, Cobisnis.com – Korea Utara menyatakan dukungannya atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Pada saat yang sama, Pyongyang juga mengecam keras serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media pemerintah pada Rabu (11/3/2026), pemerintah Korea Utara menyebut pihaknya menghormati keputusan Majelis Pakar Iran yang menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi pada 8 Maret 2026.
Penunjukan tersebut dilakukan setelah wafatnya ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menegaskan bahwa negaranya menghargai hak rakyat Iran untuk menentukan pemimpin mereka sendiri. Pyongyang juga menilai serangan militer yang dilakukan AS dan Israel sebagai tindakan agresif yang berpotensi merusak stabilitas kawasan serta memperburuk situasi keamanan global.
Situasi di kawasan Timur Tengah pun semakin memanas setelah serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa lebih dari 1.200 orang. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Serangan balasan itu dilaporkan menewaskan delapan personel militer Amerika Serikat dan menambah ketegangan dalam konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.













