JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen yang paling dinantikan banyak orang. Dana tambahan ini sering dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari membeli pakaian baru, menyiapkan hidangan khas keluarga, hingga biaya perjalanan mudik.
Namun, tanpa perencanaan yang matang, THR sering kali habis dalam waktu singkat. Padahal setelah Lebaran berlalu, kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi seperti biasa.
Mengatur penggunaan THR bukan berarti harus menahan diri secara berlebihan. Perayaan Lebaran tetap dapat dinikmati dengan membeli kebutuhan yang diperlukan, tetapi tetap dengan pengelolaan keuangan yang seimbang antara kebutuhan saat ini dan rencana masa depan.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menjelaskan bahwa THR sebaiknya dipandang sebagai rezeki yang perlu dikelola dengan bijak dan memiliki tujuan yang jelas.
Menurutnya, ada empat hal utama yang dapat menjadi prioritas dalam mengatur THR, yaitu kebutuhan ibadah seperti zakat dan sedekah, kebutuhan Lebaran, perencanaan masa depan melalui tabungan atau investasi, serta perlindungan finansial bagi keluarga.
Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah menggunakan metode pengelolaan keuangan 50–30–20. Dalam skema ini, sekitar 50 persen THR dapat dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran termasuk zakat, 30 persen untuk tabungan atau rencana masa depan, dan 20 persen untuk perlindungan finansial seperti dana darurat atau asuransi.
Pengaturan tersebut bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Prinsip utamanya adalah tetap menikmati momen Lebaran tanpa mengabaikan pentingnya menjaga kestabilan finansial setelah perayaan selesai.
Selain itu, menyisihkan sebagian THR untuk investasi juga dapat menjadi langkah awal membangun keuangan jangka panjang. Tidak harus dalam jumlah besar, namun dilakukan secara konsisten agar dapat memberikan manfaat di masa depan.
Lebaran juga menjadi momen yang tepat untuk berbagi dengan sesama. Menyalurkan sebagian THR untuk zakat maupun sedekah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga memberikan makna lebih dalam terhadap perayaan hari raya.
Sebagai bagian dari perlindungan finansial keluarga, Prudential Syariah juga menghadirkan produk asuransi jiwa syariah PRUCinta yang memberikan perlindungan jangka panjang terhadap risiko meninggal dunia, termasuk manfaat santunan tambahan apabila terjadi karena kecelakaan.
Produk tersebut memberikan manfaat santunan meninggal dunia selama masa perlindungan 20 tahun dengan periode pembayaran kontribusi selama 10 tahun. Selain itu, tersedia pula manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai apabila tidak terdapat klaim selama masa kepesertaan.
Untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, Prudential Syariah juga menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan dalam acara Festival 1.000 Berkah yang berlangsung di Masjid Agung Al-Azhar selama bulan Ramadan, mulai 19 Februari hingga 14 Maret 2026.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pentingnya perencanaan keuangan agar tetap dapat menikmati momen Lebaran tanpa mengorbankan kestabilan finansial setelahnya.













