JAKARTA, Cobisnis.com – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melakukan perubahan rezim di Iran berisiko memicu Perang Dunia III.
Dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, Medvedev menyebut tindakan tersebut sebagai langkah “kriminal” yang bisa memperluas konflik secara global. Ia menilai situasi saat ini sangat sensitif dan mudah tersulut.
Menurut Medvedev, secara teknis Perang Dunia III belum dimulai. Namun ia menegaskan, jika kebijakan perubahan rezim terus dipaksakan, potensi konflik besar tak bisa dihindari.
Ia mengatakan peristiwa kecil sekalipun dapat menjadi pemicu. Dalam situasi geopolitik yang tegang, satu langkah militer bisa menyeret banyak negara masuk dalam pusaran konflik.
Medvedev juga menyinggung kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai kesalahan besar yang berisiko meningkatkan sentimen anti-Amerika.
Menurutnya, Ayatollah merupakan figur spiritual bagi hampir 300 juta penganut Syiah di dunia. Statusnya sebagai martir, kata dia, justru bisa memperkuat solidaritas internal Iran.
Rusia menilai tekanan terhadap Teheran justru akan mendorong konsolidasi sosial di dalam negeri Iran. Dalam kondisi tertekan, pemerintah dan masyarakat cenderung bersatu.
Medvedev bahkan menyebut Iran kemungkinan akan melipatgandakan upaya pengembangan senjata nuklirnya. Isu ini tentu menambah kekhawatiran global terkait stabilitas kawasan Timur Tengah.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dinilai sebagai bagian dari persaingan geopolitik yang lebih luas. Rusia melihat langkah Washington sebagai upaya mempertahankan dominasi globalnya.
Di sisi lain, Medvedev menegaskan bahwa Rusia memiliki daya tangkal kuat. Ia menyebut Amerika Serikat memahami biaya besar dari konflik nuklir dengan Moskow.
Pernyataan ini menambah panjang daftar peringatan dari berbagai pihak soal eskalasi konflik global. Dunia kini menghadapi situasi yang rapuh, di mana keputusan politik bisa berdampak luas terhadap ekonomi, keamanan, dan stabilitas internasional.












