JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Amerika Serikat tengah menyelidiki apakah tersangka penembakan massal mematikan di Austin, Texas, termotivasi oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu lalu. Sejumlah pejabat penegak hukum yang telah diberi pengarahan menyatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait motif. Dua orang tewas dan 14 lainnya terluka dalam insiden yang terjadi di kawasan hiburan ramai kota tersebut pada Minggu dini hari sebelum tersangka ditembak mati oleh polisi.
Kepolisian setempat kemudian mengidentifikasi pelaku sebagai Ndiaga Diagne tanpa merinci lebih lanjut. Seorang pejabat menyebut pelaku mengenakan hoodie bertuliskan “Property of Allah” serta kaus dengan desain bendera Iran. Tiga korban dilaporkan dalam kondisi kritis. Alex Doran dari Federal Bureau of Investigation Divisi San Antonio mengatakan terdapat indikator yang menunjukkan potensi keterkaitan dengan terorisme, meski motif pastinya belum dapat dipastikan.
Menurut pejabat yang mengetahui penyelidikan, Diagne adalah warga negara Amerika Serikat berusia 53 tahun kelahiran Senegal yang tiba di AS pada awal 2000-an dan sempat menetap di New York sebelum menjadi warga negara AS pada 2013. Aparat telah menggeledah rumahnya dan berencana memeriksa komputer serta ponselnya untuk mengetahui apakah ia mengakses propaganda atau meninggalkan tulisan tertentu. Mereka juga meninjau riwayat kesehatan mentalnya selama tinggal di Texas. Saat kejadian, pelaku membawa pistol dan senapan serbu.
Polisi menerima laporan tentang seorang pria yang menembak dari sebuah SUV di luar Buford’s Backyard Beer Garden di kawasan West Sixth Street, area yang dikenal sebagai pusat bar dan musik live serta dekat dengan Universitas Texas di Austin. Kepala Kepolisian Austin menyatakan pelaku sempat menyalakan lampu hazard, menurunkan kaca jendela, lalu menembaki pengunjung bar dari dalam kendaraan sebelum melanjutkan aksinya dengan berjalan kaki sambil membawa senapan. Petugas yang sudah siaga di pusat kota pada akhir pekan merespons dalam waktu kurang dari satu menit dan menembak mati tersangka di lokasi.
Satgas Terorisme Gabungan FBI turut bergabung dalam penyelidikan setelah ditemukannya sejumlah barang mencurigakan di dalam kendaraan pelaku, meski kemudian dipastikan tidak ada bahan peledak. Wali Kota Austin menyebut respons cepat aparat telah menyelamatkan banyak nyawa, sementara Gubernur Texas memerintahkan peningkatan patroli keamanan di kawasan Sixth Street pada akhir pekan serta menegaskan negara bagian akan merespons tegas setiap ancaman yang memanfaatkan konflik di Timur Tengah.













