• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, February 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Entertaiment

K-Pop di Kolombia: di Balik Fenomena Global Yang Terus Berkembang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 27, 2026
in Entertaiment
0
K-Pop di Kolombia: di Balik Fenomena Global Yang Terus Berkembang

JAKARTA, Cobisnis.com – K-pop di Kolombia kini berkembang menjadi fenomena global yang membentuk komunitas, kompetisi, hingga diplomasi budaya di Amerika Latin.

Musik berhenti lalu diputar kembali di dalam sebuah studio tari di ibu kota Kolombia, Bogotá. Para penari menghitung dengan lantang, menyempurnakan transisi gerakan hingga larut malam.

V14 merupakan salah satu dari banyak studio tari di kota tersebut yang dikenal melatih gaya urban seperti Reggaeton. Namun malam itu, koreografi yang memenuhi ruangan justru berasal dari belahan dunia lain.

Empire, grup tari campuran beranggotakan tujuh orang, tengah berlatih rutin K-pop sebagai bagian dari gerakan yang terus berkembang di kalangan penari Kolombia yang berlatih, berkompetisi, dan membangun komunitas di sekitar musik pop Korea. Di seluruh Amerika Latin, koneksi ini berkembang pesat meskipun berasal dari ribuan kilometer jauhnya.

“Kami sebagai orang Latin suka berpesta, kami suka menikmati musik,” ujar Johanna Valentina Espinosa, pemimpin Empire yang tampil dengan nama panggung Vay. “K-pop membawa rasa persahabatan dan kebersamaan itu.”

Dari Fandom Menjadi Partisipasi Aktif

K-pop telah hadir di Kolombia dan Amerika Latin selama lebih dari satu dekade. Konser dari grup seperti ATEEZ dan NCT 127 sukses menarik ribuan penggemar di Bogotá. Tahun ini, negara tersebut dijadwalkan untuk pertama kalinya menyambut fenomena boy group BTS. Momen ini menjadi tonggak penting bagi penggemar lokal sekaligus bukti bahwa Amerika Latin kini semakin diperhitungkan dalam tur global K-pop.

Di tingkat akar rumput, media sosial membantu fandom berevolusi menjadi komunitas budaya yang terorganisasi dan terlihat. Penari K-pop di Kolombia kini tidak lagi sekadar menjadi konsumen, tetapi juga pelaku aktif.

Ajang seperti K-Pop World Festival yang didukung kedutaan Korea di berbagai negara turut memberi struktur dan visibilitas bagi para penampil lokal. Di Kolombia, kompetisi tahunan ini menarik penari dari seluruh negeri dan menjadi titik temu komunitas K-pop. Meski hanya sedikit tim yang melaju ke final di Korea Selatan, acara ini memperkuat hubungan antara penggemar, penampil, dan institusi budaya.

Pertukaran Budaya Dan Diplomasi

Fenomena ini menjadi bagian dari upaya lebih luas Kedutaan Besar Republik Korea untuk mempromosikan budaya Korea melalui musik, film, televisi, fesyen, dan kuliner dalam kerangka Hallyu atau “Gelombang Korea”.

“Hallyu lebih dari sekadar aset budaya,” ujar Kyungho Park, Sekretaris Kedua di Kedutaan Korea Selatan di Kolombia. “Ini adalah aset strategis yang meningkatkan citra nasional Korea dan mendorong pertukaran antar masyarakat.”

Pengaruh tersebut bahkan melampaui hiburan. Sofía Alfonso Gaitán dari bagian Kebudayaan, Pendidikan, dan Kerja Sama Internasional kedutaan mencatat bahwa banyak peserta kompetisi K-pop kemudian mendaftar beasiswa untuk belajar di luar negeri, mengubah aktivitas dance cover menjadi aspirasi jangka panjang.

Jaringan Regional Yang Menguat

Di atap pusat perbelanjaan Plaza Claro, anggota grup pria Double Blade berlatih formasi dengan latar cakrawala kota, menarik perhatian pengunjung. Adegan serupa terjadi di berbagai sudut kota, di mana ruang publik menjadi bagian penting budaya tari K-pop.

Bagi banyak penari, K-pop menjadi lebih dari sekadar hobi selama masa pandemi. Saat studio ditutup dan acara dibatalkan, media sosial menjadi panggung sekaligus ruang komunitas.

“Saya rasa K-pop semakin populer di Kolombia karena setelah pandemi banyak hal berubah dan gelombang K-pop tumbuh pesat,” ujar Juan Pablo García alias Jwamp, anggota Double Blade.

Beberapa lainnya menilai daya tarik K-pop tidak hanya terletak pada lagu yang catchy atau koreografi yang sulit.

“Bukan hanya musik atau tariannya, tapi keseluruhan sistem K-pop yang membuatnya berkembang di Kolombia,” kata Jorge David Galviz alias Danny.

Sentuhan Latin Dalam Dunia K-Pop

Anggota Empire menyadari adanya stereotip bahwa K-pop tidak selalu dianggap serius, namun mereka menolak anggapan tersebut.

“Ada stigma bahwa K-pop tidak dianggap serius, tapi kami memperlakukannya seperti bentuk seni lainnya,” ujar Juliana León Monroy.

Sebagian penari juga terinspirasi melihat artis Latin mulai mendapat tempat di industri K-pop. Salah satu contohnya adalah Santos Bravos, boy group Latin yang dikembangkan di bawah label milik BTS, HYBE, sebagai bagian dari ekspansi global. Selain itu, girl group global KATSEYE juga menarik perhatian setelah nominasi Grammy mereka tahun ini, menunjukkan bagaimana artis yang dilatih dengan sistem K-pop mampu menembus arus utama global.

Kedua grup tersebut dijadwalkan tampil di edisi ke-15 Festival Estéreo Picnic di Bogotá pada Maret tahun ini. Festival tersebut merupakan salah satu ajang musik terbesar di Amerika Latin, dengan penampil utama seperti Tyler, The Creator dan Sabrina Carpenter.

Visibilitas Amerika Latin Meningkat

Peran Amerika Latin dalam ekspansi global K-pop kini semakin jelas. Perusahaan promotor besar seperti Studio PAV yang memiliki kantor di Bogotá dan Mexico City, serta pusat di Seoul dan Amerika Serikat, menilai kawasan ini kini telah mapan dalam peta tur global. Di Meksiko, tiket konser BTS terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam, bahkan mendorong Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk secara terbuka meminta penambahan jadwal konser.

Bagi anak muda di Bogotá dan seluruh Amerika Latin yang telah mencurahkan energi mereka untuk K-pop mulai dari menari hingga membangun komunitas pengakuan global ini menjadi sinyal bahwa budaya yang mereka bangun secara lokal kini mendapat tempat di panggung dunia.

Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
download samsung firmware
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
Tags: AmerikaLatinBTScobisnis.comHallyuKpopKolombia

Related Posts

BTN

Dilarang Rangkap Jabatan, Posisi Komisaris Dwi Ary Purnomo di BTN Berakhir

by Iwan Supriyatna
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dwi Ary Purnomo resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Bill dan Hillary Clinton Bersiap Hadapi Deposisi Terkait Investigasi Jeffrey Epstein

Bill dan Hillary Clinton Bersiap Hadapi Deposisi Terkait Investigasi Jeffrey Epstein

by Zahra Zahwa
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bill dan Hillary Clinton tengah bersiap menghadapi deposisi penting di hadapan DPR Amerika Serikat terkait penyelidikan kasus...

Dari Lagos ke Berklee College: Tiwa Savage Akan Latih 100 Kreator Musik Generasi Baru

Dari Lagos ke Berklee College: Tiwa Savage Akan Latih 100 Kreator Musik Generasi Baru

by Zahra Zahwa
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tiwa Savage memperluas investasinya bagi masa depan musik Afrika dengan meluncurkan Tiwa Savage Music Foundation serta menggandeng...

Pejabat China Gunakan ChatGPT dan Tak Sengaja Ungkap Operasi Intimidasi Global

Pejabat China Gunakan ChatGPT dan Tak Sengaja Ungkap Operasi Intimidasi Global

by Zahra Zahwa
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pejabat penegak hukum China dilaporkan tanpa sengaja membongkar operasi pengaruh global setelah menggunakan OpenAI dan platform...

KPK Segera Panggil Kakak Bos MNC Hary Tanoesoedibjo

Industri Sawit RI Terancam Kolaps? GIMNI Soroti Ketergantungan Pupuk Kimia

by Desti Dwi Natasya
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kekhawatiran terhadap masa depan industri kelapa sawit nasional mencuat. Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI)...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Safari Ramadan dan HUT ke-56, Jamkrindo Tebar 5.600 Paket Sembako dan Santuni Ratusan Anak Yatim

Safari Ramadan dan HUT ke-56, Jamkrindo Tebar 5.600 Paket Sembako dan Santuni Ratusan Anak Yatim

February 25, 2026
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Transfer Data RI ke AS, Aman atau Lagi-lagi Kita Dipermainkan?

Transfer Data RI ke AS, Aman atau Lagi-lagi Kita Dipermainkan?

February 26, 2026
BTN

Dilarang Rangkap Jabatan, Posisi Komisaris Dwi Ary Purnomo di BTN Berakhir

February 27, 2026
Jangan Kehabisan! Kuota Mudik Gratis Lebaran 2026 Terbatas

Jangan Kehabisan! Kuota Mudik Gratis Lebaran 2026 Terbatas

February 27, 2026
Harga Bitcoin Masih Rawan Turun, Tekanan Jual dan Sentimen Global Jadi Pemicu

Harga Bitcoin Masih Rawan Turun, Tekanan Jual dan Sentimen Global Jadi Pemicu

February 27, 2026
OJK Soroti Tambahan Rp 200 T di Perbankan hingga September

OJK Soroti Tambahan Rp 200 T di Perbankan hingga September

February 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved