• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Entertaiment

Mengenal Afro-Appalachia: Misi Mon Rovîa Mengangkat Identitas yang Terlupakan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 25, 2026
in Entertaiment
0
Mengenal Afro-Appalachia: Misi Mon Rovîa Mengangkat Identitas yang Terlupakan

JAKARTA, Cobisnis.com – Istilah Afro-Appalachia mungkin belum familiar bagi banyak orang. Namun penyanyi-penulis lagu Mon Rovîa bertekad mengubah itu, dengan membawa kisah identitas, akar Afrika Barat, dan tradisi folk Appalachian ke panggung global. Perjalanan naratif ini seolah beresonansi dengan film “Sinners” garapan Ryan Coogler yang meraih 16 nominasi Oscar. Film tersebut mengisahkan Sammie, anak seorang pendeta dengan suara luar biasa yang terhubung dengan warisan leluhurnya merujuk pada tradisi griot, pendongeng Afrika Barat yang menyampaikan sejarah melalui puisi dan lagu.

Bagi Mon Rovîa nama panggung Janjay Lowe yang diambil dari ibu kota Liberia peran sebagai “griot modern” terasa sangat personal. Lahir di Liberia saat perang saudara yang menewaskan lebih dari 200.000 orang antara 1989 hingga 2003, Lowe diadopsi oleh misionaris Kristen Amerika pada usia tujuh tahun dan dibesarkan di berbagai negara bagian AS sebelum menetap di Chattanooga, Tennessee, di kaki Pegunungan Appalachian.

Di kota itulah ia mulai memetik ukulele bukan gitar Dobro seperti tokoh Sammie dan menemukan jalannya sebagai musisi. Menariknya, semasa kecil ia nyaris tak mendengarkan musik selain lagu-lagu gereja. Belakangan, ia terinspirasi oleh nuansa folk Mumford & Sons, Bon Iver, dan Adrianne Lenker, meski unsur spiritual tetap membekas dalam karya-karyanya.

Identitas yang Retak dan Dirangkai Ulang

Musik Mon Rovîa yang ia sebut sebagai “Afro-Appalachian” merefleksikan pergulatan identitasnya. Ia pernah mengalami nyaris kematian akibat konflik bersenjata di Liberia, berjuang melawan depresi, menghadapi duka, serta merasakan keterasingan dari keluarga biologisnya. Dalam lagu-lagunya seperti “Day at the Soccer Fields,” “Cleopatra,” “Damn These Forces,” hingga “Whose Face Am I?”, Lowe mengharmonikan trauma dan harapan. Ia mengakui sempat merasa sulit mengklaim warisan Liberia yang terputus sejak kecil, namun melalui musik ia mencoba merebut kembali identitas itu.

Secara historis, musik folk Appalachian kerap diasosiasikan dengan musisi kulit putih seperti Carter Family, Jean Ritchie, dan Dolly Parton. Namun kontribusi warga Afrika-Amerika dalam membentuk suara Appalachian kerap terabaikan. Sejak abad ke-16, orang Afrika Barat yang dibawa sebagai budak memperkenalkan instrumen berbahan labu yang menjadi cikal bakal banjo elemen penting dalam musik folk wilayah tersebut.

Dari TikTok ke Panggung Dunia

Keterbukaan Mon Rovîa tentang luka dan kerentanannya membuatnya dicintai basis penggemar yang terus tumbuh, termasuk hampir satu juta pengikut di TikTok banyak di antaranya dari Liberia. Salah satu unggahannya yang ditonton lebih dari 4,8 juta kali mengajak pendengar menikmati “lagu seperti nina bobo untuk orang dewasa.”

Baginya, musik adalah ruang aman. Tempat orang bisa duduk dengan kegelisahan mereka tanpa kebisingan dunia. Pendekatan itu juga terasa dalam single 2025 bertajuk “Heavy Foot,” yang sebagian orang sebut sebagai lagu protes. Liriknya menyentuh soal tekanan pemerintah dan pentingnya kebersamaan. Mon Rovîa tak menolak label tersebut, namun ia menegaskan bahwa yang ia suarakan adalah kebenaran. Jika kebenaran terasa seperti protes, itu karena ada realitas yang tak ingin didengar sebagian pihak.

Pulang dengan Rekonsiliasi

Ke depan, Lowe berharap dapat kembali ke Liberia pada 2027 untuk menggelar konser rekonsiliasi gratis sebagai bentuk balas cinta kepada para penggemar di tanah kelahirannya. Baginya, kembali sebagai sosok yang bisa menginspirasi masyarakat Liberia adalah mimpi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dari kisah perang saudara hingga panggung internasional, Mon Rovîa menjahit ulang serpihan identitas menjadi harmoni Afro-Appalachia suara yang merangkul sejarah Afrika Barat dan jiwa pegunungan Amerika dalam satu tarikan napas.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download intex firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: AfroAppalachiacobisnis.comLiberiaMonRovîaMusikFolk

Related Posts

Samsung smartphone Asia Tenggara

Samsung Jadi Raja Smartphone Asia Tenggara, Ini Datanya

by Desti Dwi Natasya
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pasar smartphone di Asia Tenggara mengalami penurunan pengiriman sebesar 15 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal II...

Aktor Revaldo Fifaldi

Revaldo Kembali Diamankan Polisi Terkait Dugaan Narkoba

by Desti Dwi Natasya
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aktor Revaldo Fifaldi kembali diamankan polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat...

Budi Arie Ramal Pemerintahan Tak Sampai 2029, Pengamat Bereaksi

Budi Arie Ramal Pemerintahan Tak Sampai 2029, Pengamat Bereaksi

by Hidayat Taufik
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak bertahan hingga 2029...

Netanyahu Jadikan Turki Sebagai Musuh Baru Israel Menjelang Pemilu 2026

Trump Usulkan Biaya Visa H-1B US$103.265, Perusahaan AS Bisa Terbebani

by Zahra Zahwa
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintahan Presiden Donald Trump mengusulkan biaya baru sebesar US$103.265 untuk visa H-1B. Usulan tersebut muncul beberapa bulan...

Netanyahu Jadikan Turki Sebagai Musuh Baru Israel Menjelang Pemilu 2026

Pemilik Toko Kelontong New York Gugat Mamdani Terkait Rencana Lima Toko Milik Kota

by Zahra Zahwa
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemilik usaha kecil di New York City menggugat Wali Kota Zohran Mamdani terkait rencana toko kelontong milik...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

August 24, 2026
VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

August 24, 2026
Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

August 24, 2026
Persib Bandung meluncurkan jersey baru untuk musim 2026/2027 dengan konsep Lives Inside Us, teknologi Kelme, serta harga Rp1.191.919.

Persib Rilis Jersey Baru untuk Musim 2026/2027

August 25, 2026
Samsung smartphone Asia Tenggara

Samsung Jadi Raja Smartphone Asia Tenggara, Ini Datanya

August 25, 2026
Aktor Revaldo Fifaldi

Revaldo Kembali Diamankan Polisi Terkait Dugaan Narkoba

August 25, 2026
Budi Arie Ramal Pemerintahan Tak Sampai 2029, Pengamat Bereaksi

Budi Arie Ramal Pemerintahan Tak Sampai 2029, Pengamat Bereaksi

August 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved