• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Entertaiment

Mengenal Afro-Appalachia: Misi Mon Rovîa Mengangkat Identitas yang Terlupakan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 25, 2026
in Entertaiment
0
Mengenal Afro-Appalachia: Misi Mon Rovîa Mengangkat Identitas yang Terlupakan

JAKARTA, Cobisnis.com – Istilah Afro-Appalachia mungkin belum familiar bagi banyak orang. Namun penyanyi-penulis lagu Mon Rovîa bertekad mengubah itu, dengan membawa kisah identitas, akar Afrika Barat, dan tradisi folk Appalachian ke panggung global. Perjalanan naratif ini seolah beresonansi dengan film “Sinners” garapan Ryan Coogler yang meraih 16 nominasi Oscar. Film tersebut mengisahkan Sammie, anak seorang pendeta dengan suara luar biasa yang terhubung dengan warisan leluhurnya merujuk pada tradisi griot, pendongeng Afrika Barat yang menyampaikan sejarah melalui puisi dan lagu.

Bagi Mon Rovîa nama panggung Janjay Lowe yang diambil dari ibu kota Liberia peran sebagai “griot modern” terasa sangat personal. Lahir di Liberia saat perang saudara yang menewaskan lebih dari 200.000 orang antara 1989 hingga 2003, Lowe diadopsi oleh misionaris Kristen Amerika pada usia tujuh tahun dan dibesarkan di berbagai negara bagian AS sebelum menetap di Chattanooga, Tennessee, di kaki Pegunungan Appalachian.

Di kota itulah ia mulai memetik ukulele bukan gitar Dobro seperti tokoh Sammie dan menemukan jalannya sebagai musisi. Menariknya, semasa kecil ia nyaris tak mendengarkan musik selain lagu-lagu gereja. Belakangan, ia terinspirasi oleh nuansa folk Mumford & Sons, Bon Iver, dan Adrianne Lenker, meski unsur spiritual tetap membekas dalam karya-karyanya.

Identitas yang Retak dan Dirangkai Ulang

Musik Mon Rovîa yang ia sebut sebagai “Afro-Appalachian” merefleksikan pergulatan identitasnya. Ia pernah mengalami nyaris kematian akibat konflik bersenjata di Liberia, berjuang melawan depresi, menghadapi duka, serta merasakan keterasingan dari keluarga biologisnya. Dalam lagu-lagunya seperti “Day at the Soccer Fields,” “Cleopatra,” “Damn These Forces,” hingga “Whose Face Am I?”, Lowe mengharmonikan trauma dan harapan. Ia mengakui sempat merasa sulit mengklaim warisan Liberia yang terputus sejak kecil, namun melalui musik ia mencoba merebut kembali identitas itu.

Secara historis, musik folk Appalachian kerap diasosiasikan dengan musisi kulit putih seperti Carter Family, Jean Ritchie, dan Dolly Parton. Namun kontribusi warga Afrika-Amerika dalam membentuk suara Appalachian kerap terabaikan. Sejak abad ke-16, orang Afrika Barat yang dibawa sebagai budak memperkenalkan instrumen berbahan labu yang menjadi cikal bakal banjo elemen penting dalam musik folk wilayah tersebut.

Dari TikTok ke Panggung Dunia

Keterbukaan Mon Rovîa tentang luka dan kerentanannya membuatnya dicintai basis penggemar yang terus tumbuh, termasuk hampir satu juta pengikut di TikTok banyak di antaranya dari Liberia. Salah satu unggahannya yang ditonton lebih dari 4,8 juta kali mengajak pendengar menikmati “lagu seperti nina bobo untuk orang dewasa.”

Baginya, musik adalah ruang aman. Tempat orang bisa duduk dengan kegelisahan mereka tanpa kebisingan dunia. Pendekatan itu juga terasa dalam single 2025 bertajuk “Heavy Foot,” yang sebagian orang sebut sebagai lagu protes. Liriknya menyentuh soal tekanan pemerintah dan pentingnya kebersamaan. Mon Rovîa tak menolak label tersebut, namun ia menegaskan bahwa yang ia suarakan adalah kebenaran. Jika kebenaran terasa seperti protes, itu karena ada realitas yang tak ingin didengar sebagian pihak.

Pulang dengan Rekonsiliasi

Ke depan, Lowe berharap dapat kembali ke Liberia pada 2027 untuk menggelar konser rekonsiliasi gratis sebagai bentuk balas cinta kepada para penggemar di tanah kelahirannya. Baginya, kembali sebagai sosok yang bisa menginspirasi masyarakat Liberia adalah mimpi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dari kisah perang saudara hingga panggung internasional, Mon Rovîa menjahit ulang serpihan identitas menjadi harmoni Afro-Appalachia suara yang merangkul sejarah Afrika Barat dan jiwa pegunungan Amerika dalam satu tarikan napas.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
download huawei firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: AfroAppalachiacobisnis.comLiberiaMonRovîaMusikFolk

Related Posts

Kemarau Berkepanjangan Bikin Danau Kawah Putih Ciwidey Mengering

Kemarau Berkepanjangan Bikin Danau Kawah Putih Ciwidey Mengering

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Danau Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami penyusutan volume air sekitar 40 persen akibat...

AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Iran semakin meningkatkan upaya untuk menargetkan warga Amerika di kawasan...

Konflik Memanas, Iran Larang Kapal Militer AS Masuk Teluk Persia

Konflik Memanas, Iran Larang Kapal Militer AS Masuk Teluk Persia

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Iran menegaskan kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) tidak akan diizinkan memasuki kawasan Teluk Persia dalam kondisi apa...

Veda Ega Bikin Kejutan, Start dari Posisi Pertama Moto3 Australia 2026

Veda Ega Bikin Kejutan, Start dari Posisi Pertama Moto3 Australia 2026

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pebalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengukir prestasi pada kualifikasi Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip...

Hati-Hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Mata

Hati-Hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Mata

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kesehatan mata perlu dijaga melalui pemeriksaan berkala dan pola hidup yang tepat. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

October 24, 2026
Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

October 24, 2026
Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

October 24, 2026
ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

BSI dan Prudential Syariah Perkuat Sinergi Bancassurance

October 23, 2026
OpenAI

OpenAI Hentikan Pengujian AI di Internet Terbuka

October 24, 2026
Cek Gula Darah - pexels/Artem Podrez

Gula Darah Melonjak Setelah Makan? Ini Penjelasan dari Ahli

October 24, 2026
Bahlil Kaji Penambahan Kuota Pertalite Akibat Lonjakan Konsumsi

Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia

October 24, 2026
Makan Telur - pexels/Muhammad Khawar Nazir

Ketahui Pentingnya Konsumsi Protein untuk Kesehatan Tulang

October 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved