• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 19, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Kemacetan Bandung Tembus 64%, Kini Peringkat 16 Kota Termacet Dunia

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 24, 2026
in News
0
Kemacetan Bandung Tembus 64%, Kini Peringkat 16 Kota Termacet Dunia

JAKARTA, Cobisnis.com – Kemacetan lalu lintas masih menjadi persoalan serius di berbagai kota besar dunia. Sepanjang 2025, tingkat kepadatan kendaraan meningkat dan berdampak langsung pada efisiensi waktu perjalanan masyarakat perkotaan.

Kondisi ini tergambar dalam laporan TomTom Traffic Index 2025 yang memeringkat kota-kota paling macet di dunia. Indeks tersebut mengukur tingkat kemacetan berdasarkan tambahan waktu perjalanan dibanding kondisi lalu lintas lancar.

Dalam daftar global tersebut, Mexico City menempati posisi pertama sebagai kota paling macet di dunia pada 2025 dengan tingkat kemacetan mencapai 75,9 persen. Artinya, perjalanan rata-rata memakan waktu hampir dua kali lebih lama dibanding kondisi normal.

Posisi berikutnya diisi Bengaluru dengan tingkat kemacetan 74,4 persen, disusul Dublin sebesar 72,9 persen. Kota-kota lain dari Eropa Timur dan Amerika Latin juga masuk daftar teratas.

Beberapa di antaranya adalah Łódź (72,8 persen), Pune (71,1 persen), Lublin (70,4 persen), Bogotá (69,6 persen), dan Arequipa (69,5 persen). Dominasi kota berkembang menunjukkan tekanan urbanisasi yang semakin tinggi.

Menariknya, Indonesia juga masuk dalam daftar kota termacet dunia. Bandung berada di peringkat ke-16 dunia dengan tingkat kemacetan mencapai 64,1 persen.

Angka tersebut menunjukkan waktu perjalanan rata-rata di jaringan jalan Bandung menjadi 64,1 persen lebih lama dibanding kondisi lalu lintas lancar. Situasi ini mencerminkan tekanan mobilitas yang semakin berat di kawasan metropolitan.

Dalam laporan TomTom dijelaskan bahwa tingkat kemacetan menggambarkan peningkatan waktu tempuh akibat kepadatan lalu lintas. Jika sebuah kota memiliki tingkat kemacetan 40 persen, maka perjalanan rata-rata menjadi 40 persen lebih lama.

Tingginya kemacetan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan infrastruktur jalan, pembatasan kecepatan, serta pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan.

Selain itu, pola mobilitas masyarakat perkotaan dan ketergantungan pada kendaraan pribadi turut memperparah kondisi lalu lintas. Minimnya integrasi transportasi publik juga membuat penggunaan kendaraan pribadi tetap dominan.

Kemacetan berkepanjangan tidak hanya berdampak pada waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan biaya ekonomi, konsumsi bahan bakar, serta polusi udara. Oleh karena itu, penataan transportasi dan penguatan sistem angkutan massal menjadi tantangan penting bagi kota-kota besar, termasuk Bandung.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download redmi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy course
Tags: BandungCobisnisInfrastrukturKemacetanPebisnismudaTransportasiUrbanisasi

Related Posts

Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menyiapkan dana pensiun sejak dini menjadi langkah penting agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi setelah seseorang berhenti bekerja....

Konflik Memanas, Harga Minyak Brent Tertahan di Level US$109

Konflik Memanas, Harga Minyak Brent Tertahan di Level US$109

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga minyak mentah dunia masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir pada Senin (19/10/2026)....

IHSG Makin Terpuruk, Anjlok 5,20% dalam Sehari pada 19 Oktober 2026

IHSG Makin Terpuruk, Anjlok 5,20% dalam Sehari pada 19 Oktober 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat sepanjang 2026 dengan penurunan mencapai 43,14 persen sejak awal...

Saklar rel memungkinkan kereta berpindah jalur dengan aman. Kenali cara kerja lidah wesel, rel persilangan, cek rel, dan motor penggeraknya.

Begini Cara Kerja Saklar Rel Kereta Api

by Desti Dwi Natasya
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kereta api dapat berpindah dari satu jalur ke jalur lain berkat mekanisme khusus yang dikenal sebagai saklar...

Ribuan Warga Tangsel Meriahkan Milad ke-18 Masjid Bani Umar

Ribuan Warga Tangsel Meriahkan Milad ke-18 Masjid Bani Umar

by Rizki Meirino
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Milad ke-18 Masjid Raya Bani Umar (MRBU) di Perigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan, digelar pada Minggu, 18...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Warga Tangsel Meriahkan Milad ke-18 Masjid Bani Umar

Ribuan Warga Tangsel Meriahkan Milad ke-18 Masjid Bani Umar

October 18, 2026
Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

October 18, 2026
Demo Besar di Prancis Memanas, Balai Kota Terbakar dan Toko Dijarah

Demo Besar di Prancis Memanas, Balai Kota Terbakar dan Toko Dijarah

October 18, 2026
Penjarahan dan Pembakaran Meluas di Prancis, 1.800 Orang Ditangkap

Penjarahan dan Pembakaran Meluas di Prancis, 1.800 Orang Ditangkap

October 18, 2026
Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

October 19, 2026
Konflik Memanas, Harga Minyak Brent Tertahan di Level US$109

Konflik Memanas, Harga Minyak Brent Tertahan di Level US$109

October 19, 2026
6 Trik Menabung ala Jepang agar Tabungan Makin Cepat Terkumpul

6 Trik Menabung ala Jepang agar Tabungan Makin Cepat Terkumpul

October 19, 2026
IHSG Makin Terpuruk, Anjlok 5,20% dalam Sehari pada 19 Oktober 2026

IHSG Makin Terpuruk, Anjlok 5,20% dalam Sehari pada 19 Oktober 2026

October 19, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved