• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Hakim Konservatif Mahkamah Agung Terpecah Soal Trump Setelah Bersatu Melawan Biden

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 23, 2026
in News
0
Hakim Konservatif Mahkamah Agung Terpecah Soal Trump Setelah Bersatu Melawan Biden

JAKARTA, Cobisnis.com – Putusan besar Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan tarif luas Presiden Donald Trump bukan hanya perkara kewenangan ekonomi. Di balik keputusan tersebut, terjadi perdebatan sengit di antara para hakim konservatif terkait doktrin hukum kontroversial yang dikenal sebagai major questions doctrine.

Doktrin ini menyatakan bahwa Kongres harus “berbicara dengan jelas” ketika memberikan kewenangan kepada presiden untuk menangani persoalan ekonomi atau politik yang berdampak besar. Dengan kata lain, presiden tidak dapat menafsirkan undang-undang yang ambigu sebagai dasar untuk mengambil kebijakan besar tanpa mandat eksplisit dari Kongres.

Ketua Mahkamah Agung John Roberts dalam opini mayoritas menegaskan bahwa ketika Kongres memberikan kewenangan untuk mengenakan tarif, hal itu dilakukan secara tegas dan dengan batasan jelas sesuatu yang menurutnya tidak terjadi dalam undang-undang darurat 1977 yang digunakan Trump sebagai dasar tarif globalnya.

Namun, perdebatan internal justru memperlihatkan retakan di kubu konservatif. Hakim Neil Gorsuch yang merupakan nominasi pertama Trump menulis opini panjang yang mengkritik baik rekan-rekannya di sayap kiri maupun kanan. Ia menilai sebagian hakim konservatif mencoba menciptakan pengecualian yang sulit dipadukan dengan Konstitusi, sementara hakim liberal yang sebelumnya mengkritik doktrin tersebut kini tampak menggunakannya untuk membatalkan kebijakan Trump.

Hakim Amy Coney Barrett, yang juga memilih menolak tarif Trump, membalas bahwa pendekatan Gorsuch berisiko melampaui penafsiran hukum dan masuk ke ranah pembuatan kebijakan. Sementara Hakim Elena Kagan dari kubu liberal menepis tudingan inkonsistensi dalam sebuah catatan kaki yang bernada tajam.

Menariknya, ketika doktrin major questions diterapkan terhadap Presiden Joe Biden, para hakim konservatif sebelumnya tampak solid. Mereka menggunakannya untuk membatalkan program penghapusan utang mahasiswa Biden senilai US$430 miliar, membatasi kebijakan lingkungan, serta menghentikan moratorium penggusuran nasional saat pandemi Covid-19.

Namun dalam kasus tarif Trump, tiga hakim konservatif Brett Kavanaugh, Samuel Alito, dan Clarence Thomas menyatakan doktrin tersebut tidak berlaku. Kavanaugh berpendapat bahwa perkara ini menyangkut kebijakan luar negeri dan perdagangan internasional, area di mana pengadilan biasanya memberi keleluasaan lebih besar kepada presiden.

Trump secara terbuka memuji Kavanaugh atas pendekatannya, menyebutnya sebagai hakim “jenius” dan menyatakan kebanggaannya atas penunjukan tersebut. Sebaliknya, ia melontarkan kritik keras terhadap Gorsuch dan Barrett yang memilih menentangnya.

Pada akhirnya, kombinasi hakim konservatif dan liberal menyimpulkan bahwa undang-undang darurat 1977 yang dijadikan dasar Trump tidak memberikan kewenangan jelas untuk memberlakukan tarif global besar-besaran. Meski demikian, Trump menegaskan akan segera menggunakan dasar hukum lain untuk melanjutkan kebijakan tarifnya.

Perdebatan ini dinilai memiliki implikasi jangka panjang, bukan hanya bagi sisa masa jabatan Trump tetapi juga bagi presiden-presiden mendatang. Pakar hukum tata negara menilai perpecahan ini menunjukkan doktrin major questions masih terus berkembang dan belum memiliki batasan yang sepenuhnya mapan.

Bagi Mahkamah Agung, perkara ini menegaskan satu hal: jika Kongres ingin memberikan kekuasaan besar kepada presiden siapa pun orangnya maka mandat tersebut harus dirumuskan dengan tegas dan tanpa ambiguitas. Jika tidak, pengadilan kemungkinan besar akan turun tangan.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
download lenevo firmware
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpJoeBidenMahkamahAgungAS

Related Posts

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024...

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah kembali menerima setoran dana sebesar Rp13,2 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Dana...

Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah terus meningkatkan transparansi dalam penyaluran dana Bantuan...

Surpres Panglima TNI Dikabarkan Masuk DPR, Dasco Membantah

Surpres Panglima TNI Dikabarkan Masuk DPR, Dasco Membantah

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah informasi yang menyebut surat presiden (surpres) mengenai pergantian Panglima...

Tak Terima Permintaan Maaf, Warga Protes Petasan Maulid Lapor Polisi

Tak Terima Permintaan Maaf, Warga Protes Petasan Maulid Lapor Polisi

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Persoalan penggunaan petasan dalam acara Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, berlanjut ke proses hukum. Amanda...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Presiden FIFA Gianni Infantino

Gianni Infantino Hadiri Penutupan ASEAN Cup

September 21, 2026
Kualitas Air dan Izin Bermasalah, 18 DAMIU Ditutup

YE Bagikan Momen Jakarta, Antusiasme Jelang Konser Makin Terasa

October 5, 2026
Deretan Drakor Terbaru Oktober 2026 di Netflix, Ini Sinopsisnya

Deretan Drakor Terbaru Oktober 2026 di Netflix, Ini Sinopsisnya

September 29, 2026
Portugal memastikan tiket perempat final UEFA Nations League usai mengalahkan Norwegia, sementara Jerman ditahan Yunani.

Portugal Lolos, Jerman Masih Tertahan

October 5, 2026
Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

October 6, 2026
Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

October 6, 2026
ASABRI dan OJK Malang memperkuat literasi keuangan peserta melalui Program PUNDI, termasuk edukasi investasi dan perlindungan data di era digital.

ASABRI dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Peserta

October 6, 2026
Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

October 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved