JAKARTA, Cobisnis.com – Sekitar 100 juta masyarakat Indonesia diperkirakan berpotensi tidak memiliki dana pensiun pada 2038 jika pola menabung tidak berubah. Peringatan tersebut disampaikan oleh Adi Budiarso, Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya.
Menurutnya, rata-rata masyarakat Indonesia saat ini hanya menyisihkan sekitar 3% dari pendapatan untuk tabungan atau investasi jangka panjang. Angka tersebut dinilai masih jauh dari ideal untuk mencapai kemandirian finansial di masa pensiun.
Ia menjelaskan, agar dapat mencapai kondisi keuangan yang lebih aman saat memasuki usia tidak produktif, masyarakat seharusnya menabung minimal 10% dari pendapatan bersih atau take-home pay. Artinya, tingkat tabungan saat ini baru sekitar sepertiga dari kebutuhan ideal.
Jika kebiasaan ini tidak segera diperbaiki, maka risiko krisis kesejahteraan di masa tua bisa meningkat signifikan. Minimnya dana pensiun dapat berdampak pada kualitas hidup masyarakat lansia dan menambah tekanan terhadap sistem jaminan sosial nasional.
Karena itu, peningkatan literasi keuangan dan kesadaran menyiapkan dana pensiun sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi risiko tersebut dalam satu dekade ke depan.













