• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Penampilan Penuh Sukacita Buktikan Tak Ada yang Seperti Alysa Liu di Dunia Seluncur Indah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 21, 2026
in Sport
0
Penampilan Penuh Sukacita Buktikan Tak Ada yang Seperti Alysa Liu di Dunia Seluncur Indah

JAKARTA, Cobisnis.com – Setelah menyelesaikan free skate-nya dengan arena bergemuruh di sekelilingnya, Alysa Liu hanya mengibaskan ekor kuda rambutnya, menancapkan ujung sepatu ke es, lalu membungkuk memberi hormat. Sebelum itu, ia bahkan sempat mengangkat kedua tangannya dan mengibaskannya dramatis, seolah berkata, “Sudah selesai. Saatnya karaoke.”

Dalam olahraga yang sarat tekanan seperti seluncur indah, momen santai seperti itu hampir tak pernah terlihat. Atlet berdiri sendirian di atas es, tanpa rekan setim untuk berbagi beban. Sorotan lampu terang dan ribuan pasang mata mengikuti setiap putaran dan lompatan. Sedikit kesalahan saja bisa berarti perbedaan antara kejayaan abadi dan kekecewaan mendalam. Namun Liu berbeda.

Saat ia menuntaskan putaran terakhirnya, gaun emasnya berkilau selaras dengan gerakannya. Perempuan Amerika pertama dalam 24 tahun yang merebut emas Olimpiade cabang seluncur indah itu tampak bahagia. Bukan lega yang terpaksa. Bukan tangis haru. Hanya senyum jahil dan lambaian tangan ke penonton. Ketika pesaing terakhir, Ami Nakai, menunggu skor yang menentukan apakah Liu meraih perak atau emas, Liu hanya tersenyum ke kamera dan mengobrol santai dengan Amber Glenn. Saat skor memastikan emas untuknya, ia langsung memeluk Nakai dengan hangat.

Di podium, ia bahkan tampak lebih sibuk memastikan boneka maskot terselip rapi bersama medalinya ketimbang merenungi besarnya pencapaian itu. Ketika ditanya bagaimana ia menghadapi tekanan Olimpiade, jawabannya lugas, “Kalian harus jelaskan dulu apa itu tekanan Olimpiade. Siapa yang memberi tekanan? Tekanan apa?”

Bangkit Dengan Sukacita

Di situlah letak rahasia Alysa Liu. Pernah disebut terlalu berbakat terlalu cepat, Liu sempat “dikunyah” ekspektasi besar dunia olahraga. Ia juara nasional Amerika Serikat pada usia 13 tahun. Pada usia 16, ia sudah menjadi Olympian dan meraih medali Kejuaraan Dunia 2022 yang pertama bagi Amerika sejak 2016.

Namun di usia 16 tahun pula, ia memutuskan pensiun. Keputusan itu terasa mengejutkan, bahkan absurd. Siapa yang berhenti di usia 16? Tetapi Liu melakukannya. Ia meninggalkan dunia yang membesarkannya sejak usia lima tahun, dunia yang membentuk identitasnya sejak era kejayaan Michelle Kwan.

Ia lalu menjalani hidup seperti remaja biasa: karaoke, bermain gim video, kuliah, mengeksplorasi fesyen, bahkan mengekspresikan diri lewat piercing unik. Jeda itu memberinya ruang untuk memahami siapa dirinya bukan sekadar sebagai atlet, tetapi sebagai pribadi. Ketika akhirnya ia memilih kembali ke es, itu adalah pilihannya sendiri. Bukan dorongan ambisi orang lain. Bukan tekanan ekspektasi publik.

Emas Yang Datang Secara Alami

Penampilannya kali ini, diiringi lagu “MacArthur Park” milik Donna Summer, begitu memukau hingga penonton nyaris lupa ia sedang meluncur di atas sepatu es. Lompatan-lompatannya seperti tanda seru dalam melodi tegas namun menyatu. Karena finis ketiga di program pendek, Liu tampil ketiga dari terakhir di free skate. Dua pesaing di depannya, termasuk Kaori Sakamoto, memiliki keunggulan poin yang bisa saja menggagalkannya. Ketegangan menyelimuti arena kecuali bagi Liu.

Ketika skor akhir memastikan emas di lehernya, ia menerimanya dengan tenang. Berpose menggigit medali, melambaikan bendera Amerika, tersenyum kepada penonton ia menjalani semuanya dengan santai. Namun pernyataannya setelah itu yang paling mencerminkan siapa dirinya kini.

“Saya tidak butuh medali,” katanya. “Kalau saya jatuh di setiap lompatan pun, saya tetap akan berada di sana mengenakan gaun ini. Jadi apa pun yang terjadi, saya tetap baik-baik saja.” Dalam dunia seluncur indah yang penuh tekanan, Alysa Liu membuktikan satu hal: kebahagiaan bisa menjadi kekuatan terbesar.

Tags: AlysaLiucobisnis.comMedaliEmasolimpiadeSeluncurIndah

Related Posts

Tidur Terganggu karena Terbangun Tengah Malam, Kenali Faktor Pemicunya

Tidur Terganggu karena Terbangun Tengah Malam, Kenali Faktor Pemicunya

by Hidayat Taufik
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Terbangun di tengah malam dan tidak bisa kembali tidur dapat mengganggu waktu istirahat. Jika sering terjadi, kondisi...

Mau Naik Pesawat? Pastikan 5 Barang Ini Ada di Tas Kabin

Mau Naik Pesawat? Pastikan 5 Barang Ini Ada di Tas Kabin

by Hidayat Taufik
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Membawa perlengkapan yang tepat ke dalam kabin pesawat dapat membantu perjalanan menjadi lebih nyaman dan praktis. Karena...

Langkah Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin Berlanjut di French Open 2026

Langkah Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin Berlanjut di French Open 2026

by Hidayat Taufik
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Alwi Farhan dan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar French Open...

Prabowo Kembali Wacanakan Penghematan Besar-besaran demi Kesejahteraan Masyarakat

Prabowo Kembali Wacanakan Penghematan Besar-besaran demi Kesejahteraan Masyarakat

by Hidayat Taufik
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperketat penghematan anggaran negara ditujukan bagi...

Sistem Prasmanan MBG Diuji, Pemerintah Bidik Kualitas Makanan dan Gizi

Sistem Prasmanan MBG Diuji, Pemerintah Bidik Kualitas Makanan dan Gizi

by Hidayat Taufik
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah mulai menguji metode penyajian prasmanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

October 21, 2026
Sebagian Warga Yang Merasakan Tekanan Ekonomi Cenderung Menyalurkan Keluhan Lewat Media Sosial

Sebagian Warga Yang Merasakan Tekanan Ekonomi Cenderung Menyalurkan Keluhan Lewat Media Sosial

October 21, 2026
PT AIA Financial Peroleh Persetujuan OJK untuk Pengalihan Portofolio Unit Usaha Syariah kepada PT AIA Syariah Insurance

PT AIA Financial Peroleh Persetujuan OJK untuk Pengalihan Portofolio Unit Usaha Syariah kepada PT AIA Syariah Insurance

October 22, 2026
Persija Hajar Arema FC 5-1, Macan Kemayoran Rebut Puncak Klasemen

Persija Hajar Arema FC 5-1, Macan Kemayoran Rebut Puncak Klasemen

October 21, 2026
Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun Sepanjang 2026

Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun Sepanjang 2026

October 22, 2026
Pemerintah Prancis memperpanjang jam malam di sejumlah kota dan menyiapkan pengerahan besar aparat menjelang demonstrasi lanjutan pada 24 Oktober 2026.

Prancis Perpanjang Jam Malam Jelang Demo Lanjutan

October 22, 2026
NASA mengembangkan rover robotik dan berawak untuk mendukung pangkalan Bulan, termasuk misi pencarian air dan eksplorasi melalui program Artemis.

NASA Kembangkan Rover untuk Pangkalan Bulan Masa Depan

October 22, 2026
Cristiano Ronaldo gagal mengeksekusi penalti saat Al-Nassr menang atas Neom SC. Isu perselisihannya dengan timnas Portugal kembali menjadi sorotan.

Ronaldo Gagal Penalti, Konflik Timnas Portugal Disorot

October 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved