• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, February 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Penampilan Penuh Sukacita Buktikan Tak Ada yang Seperti Alysa Liu di Dunia Seluncur Indah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 21, 2026
in Sport
0
Penampilan Penuh Sukacita Buktikan Tak Ada yang Seperti Alysa Liu di Dunia Seluncur Indah

JAKARTA, Cobisnis.com – Setelah menyelesaikan free skate-nya dengan arena bergemuruh di sekelilingnya, Alysa Liu hanya mengibaskan ekor kuda rambutnya, menancapkan ujung sepatu ke es, lalu membungkuk memberi hormat. Sebelum itu, ia bahkan sempat mengangkat kedua tangannya dan mengibaskannya dramatis, seolah berkata, “Sudah selesai. Saatnya karaoke.”

Dalam olahraga yang sarat tekanan seperti seluncur indah, momen santai seperti itu hampir tak pernah terlihat. Atlet berdiri sendirian di atas es, tanpa rekan setim untuk berbagi beban. Sorotan lampu terang dan ribuan pasang mata mengikuti setiap putaran dan lompatan. Sedikit kesalahan saja bisa berarti perbedaan antara kejayaan abadi dan kekecewaan mendalam. Namun Liu berbeda.

Saat ia menuntaskan putaran terakhirnya, gaun emasnya berkilau selaras dengan gerakannya. Perempuan Amerika pertama dalam 24 tahun yang merebut emas Olimpiade cabang seluncur indah itu tampak bahagia. Bukan lega yang terpaksa. Bukan tangis haru. Hanya senyum jahil dan lambaian tangan ke penonton. Ketika pesaing terakhir, Ami Nakai, menunggu skor yang menentukan apakah Liu meraih perak atau emas, Liu hanya tersenyum ke kamera dan mengobrol santai dengan Amber Glenn. Saat skor memastikan emas untuknya, ia langsung memeluk Nakai dengan hangat.

Di podium, ia bahkan tampak lebih sibuk memastikan boneka maskot terselip rapi bersama medalinya ketimbang merenungi besarnya pencapaian itu. Ketika ditanya bagaimana ia menghadapi tekanan Olimpiade, jawabannya lugas, “Kalian harus jelaskan dulu apa itu tekanan Olimpiade. Siapa yang memberi tekanan? Tekanan apa?”

Bangkit Dengan Sukacita

Di situlah letak rahasia Alysa Liu. Pernah disebut terlalu berbakat terlalu cepat, Liu sempat “dikunyah” ekspektasi besar dunia olahraga. Ia juara nasional Amerika Serikat pada usia 13 tahun. Pada usia 16, ia sudah menjadi Olympian dan meraih medali Kejuaraan Dunia 2022 yang pertama bagi Amerika sejak 2016.

Namun di usia 16 tahun pula, ia memutuskan pensiun. Keputusan itu terasa mengejutkan, bahkan absurd. Siapa yang berhenti di usia 16? Tetapi Liu melakukannya. Ia meninggalkan dunia yang membesarkannya sejak usia lima tahun, dunia yang membentuk identitasnya sejak era kejayaan Michelle Kwan.

Ia lalu menjalani hidup seperti remaja biasa: karaoke, bermain gim video, kuliah, mengeksplorasi fesyen, bahkan mengekspresikan diri lewat piercing unik. Jeda itu memberinya ruang untuk memahami siapa dirinya bukan sekadar sebagai atlet, tetapi sebagai pribadi. Ketika akhirnya ia memilih kembali ke es, itu adalah pilihannya sendiri. Bukan dorongan ambisi orang lain. Bukan tekanan ekspektasi publik.

Emas Yang Datang Secara Alami

Penampilannya kali ini, diiringi lagu “MacArthur Park” milik Donna Summer, begitu memukau hingga penonton nyaris lupa ia sedang meluncur di atas sepatu es. Lompatan-lompatannya seperti tanda seru dalam melodi tegas namun menyatu. Karena finis ketiga di program pendek, Liu tampil ketiga dari terakhir di free skate. Dua pesaing di depannya, termasuk Kaori Sakamoto, memiliki keunggulan poin yang bisa saja menggagalkannya. Ketegangan menyelimuti arena kecuali bagi Liu.

Ketika skor akhir memastikan emas di lehernya, ia menerimanya dengan tenang. Berpose menggigit medali, melambaikan bendera Amerika, tersenyum kepada penonton ia menjalani semuanya dengan santai. Namun pernyataannya setelah itu yang paling mencerminkan siapa dirinya kini.

“Saya tidak butuh medali,” katanya. “Kalau saya jatuh di setiap lompatan pun, saya tetap akan berada di sana mengenakan gaun ini. Jadi apa pun yang terjadi, saya tetap baik-baik saja.” Dalam dunia seluncur indah yang penuh tekanan, Alysa Liu membuktikan satu hal: kebahagiaan bisa menjadi kekuatan terbesar.

Tags: AlysaLiucobisnis.comMedaliEmasolimpiadeSeluncurIndah

Related Posts

Raja Charles Jauhkan Diri dari Andrew, Keluarga Kerajaan Inggris Hadapi Krisis Terbesar Sejak Wafatnya Diana

Raja Charles Jauhkan Diri dari Andrew, Keluarga Kerajaan Inggris Hadapi Krisis Terbesar Sejak Wafatnya Diana

by Zahra Zahwa
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pernyataan dari Raja Charles dirilis dengan cepat dan tegas. Otoritas disebut mendapat “dukungan dan kerja sama penuh...

Kostum ‘Love Story’ Sebenarnya Sangat Bagus

Kostum ‘Love Story’ Sebenarnya Sangat Bagus

by Zahra Zahwa
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tahukah Anda bahwa ada cara khusus mengenakan turtleneck hitam yang seolah hanya diketahui satu perempuan pirang berkarisma...

Miris, Istri Eks Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Ekstasi, Hanya Direhabilitasi

Ari Askhara dan 1 Direksi GTSI Mundur Bersamaan, Ada Apa di Baliknya?

by Desti Dwi Natasya
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT GTS Internasional Tbk (GTSI), emiten yang terafiliasi dengan Tommy Soeharto, mengumumkan pengunduran diri dua anggota direksinya,...

Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

by Zahra Zahwa
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan buatan (AI) bisa dianggap sebagai rekan kerja paling membantu, mesin pencari yang dilebih-lebihkan, atau teknologi yang...

Miris, Istri Eks Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Ekstasi, Hanya Direhabilitasi

Ratu Shima, Penguasa Kalingga yang Namanya Tersohor hingga Jazirah Arab

by Desti Dwi Natasya
February 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jauh sebelum Indonesia terbentuk sebagai negara, wilayah Nusantara telah melahirkan tokoh besar yang pengaruhnya melintasi batas wilayah....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Cristiano Ronaldo Tanam Investasi US$7,5 Juta di Teknologi Pro2col Milik Herbalife

Cristiano Ronaldo Tanam Investasi US$7,5 Juta di Teknologi Pro2col Milik Herbalife

February 20, 2026
Cak Imin Lantik Direksi Baru BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026–2031

Cak Imin Lantik Direksi Baru BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026–2031

February 20, 2026
Eks Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dihukum Penjara Seumur Hidup

Viral di Media Sosial, Ketegangan Knetz vs SEAblings Soroti Identitas dan Diskriminasi Digital

February 20, 2026
BEI

BEI Catat Obligasi Energi Mega Persada Rp 1,15 Triliun, IHSG Menguat 0,72 Persen Sepekan

February 21, 2026
Raja Charles Jauhkan Diri dari Andrew, Keluarga Kerajaan Inggris Hadapi Krisis Terbesar Sejak Wafatnya Diana

Raja Charles Jauhkan Diri dari Andrew, Keluarga Kerajaan Inggris Hadapi Krisis Terbesar Sejak Wafatnya Diana

February 21, 2026
Selama Ramadan, Siswa di Sigi Tetap Dapat MBG

Selama Ramadan, Siswa di Sigi Tetap Dapat MBG

February 21, 2026
Meski Pasokan Aman, Harga Ayam dan Telur Masih Mahal

Meski Pasokan Aman, Harga Ayam dan Telur Masih Mahal

February 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved