• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, February 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Tanpa Makanan, Tanpa Bahan Bakar, Tanpa Turis: Kehidupan Di Kuba Lumpuh Di Bawah Tekanan AS

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 19, 2026
in News
0
Tanpa Makanan, Tanpa Bahan Bakar, Tanpa Turis: Kehidupan Di Kuba Lumpuh Di Bawah Tekanan AS

JAKARTA, Cobisnis.com – Kuba kini menghadapi salah satu masa ketidakpastian ekonomi paling dalam dalam beberapa dekade terakhir, setelah tekanan dari Amerika Serikat membuat pasokan bahan bakar menipis dan sektor pariwisata nyaris berhenti total. Sopir mobil klasik asal Havana, Mandy Pruna, mengenang dengan senyum penuh nostalgia masa ketika wisatawan Amerika membanjiri Kuba usai Presiden AS saat itu, Barack Obama, memulihkan hubungan diplomatik dengan pulau tersebut pada 2015.

Saat itu, Pruna dan Chevrolet merah 1957 miliknya selalu kebanjiran pelanggan. Ia mengaku banyak selebritas dunia seperti Will Smith, Rihanna, dan Kim Kardashian yang membayar mahal untuk menikmati tur mobil klasik bersamanya. Mobilnya bahkan menjadi salah satu dari tiga kendaraan vintage Amerika yang dipilih diplomat AS sebagai latar upacara pengibaran bendera di Kedutaan Besar AS di Havana, menandai pemulihan resmi hubungan kedua negara setelah puluhan tahun bermusuhan.

“Semua sektor masyarakat merasakan manfaatnya. Orang-orang mengecat rumah, membuka bisnis baru. Bagi saya itu luar biasa. Itu era terbaik pariwisata Kuba,” ujar Pruna.

Namun situasi kini berbalik drastis. Di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, aliran minyak ke Kuba terhenti. Melalui tekanan terhadap Venezuela dan ancaman tarif terhadap Meksiko, Washington berupaya memaksa pemerintah komunis Kuba melakukan reformasi politik dan ekonomi besar-besaran.

Kuba disebut tidak lagi memiliki sekutu yang bersedia memasok ratusan juta dolar bahan bakar yang dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian. Persediaan minyak yang tersisa di pulau itu pun semakin menipis. Kehilangan bahan bakar dan wisatawan sekaligus menjadi pukulan telak bagi warga seperti Pruna.

“Saya butuh bensin untuk bekerja, saya butuh turis untuk bekerja,” katanya.

Krisis ini membuat kehidupan di negara berpenduduk hampir 10 juta jiwa tersebut melambat drastis. Banyak sekolah menghentikan kegiatan belajar, pekerja dirumahkan untuk menghemat energi, hotel-hotel sepi ditutup, dan sejumlah penerbangan dari Rusia serta Kanada dibatalkan karena kekurangan bahan bakar avtur.

Festival cerutu tahunan Habanos yang biasanya mendatangkan jutaan dolar juga dibatalkan. Perusahaan tambang Sherritt International turut menghentikan sementara operasi nikel dan kobalt di Kuba akibat krisis energi. Sejumlah rumah sakit pemerintah mengurangi layanan. Sampah menumpuk di berbagai lingkungan karena truk pengangkut tak bisa beroperasi. Pemadaman listrik bergilir menjadi topik pembicaraan utama warga, sementara malam di Havana kini kerap diselimuti kegelapan hampir total.

Pemerintah AS menilai ekonomi terpusat Kuba harus dibuka sebelum runtuh sepenuhnya. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang dikenal sebagai penentang keras pemerintah Kuba, memimpin upaya negosiasi dengan pejabat tinggi Kuba.

Rubio menilai rezim Kuba selama ini bertahan dari subsidi, pertama dari Uni Soviet dan kemudian dari mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez. Kini, menurutnya, Kuba tidak lagi memiliki penopang tersebut.

Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyerukan rakyatnya untuk “bertahan secara kreatif” dan mengadopsi mentalitas masa perang. Ia menegaskan warga harus mengonsumsi apa yang bisa diproduksi secara lokal, karena distribusi pangan antarwilayah juga terdampak kekurangan bahan bakar. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi krisis kemanusiaan. Sebagian besar pangan Kuba selama ini bergantung pada impor akibat kebijakan pertanian pemerintah yang dinilai gagal selama puluhan tahun.

Anggota Kongres Partai Republik dari Florida, Maria Elvira Salazar, bahkan menyerukan penghentian total pariwisata dan pengiriman uang ke Kuba untuk menekan pemerintah setempat.

Di tengah ketidakpastian ini, Pruna mengaku mempertimbangkan untuk pindah ke Spanyol bersama keluarganya. Setelah 20 tahun menggantungkan hidup dari tur mobil klasik, ia kini tidak lagi melihat masa depan di tanah kelahirannya.

“Semuanya tidak pasti sekarang. Tidak ada bahan bakar. Kami tidak tahu apakah akan ada pasokan dan bagaimana cara membayarnya. Kalau harus bayar bensin pakai dolar, bagaimana saya bisa balik modal kalau tidak ada turis?” ujarnya.

Pagi itu juga, Pruna memutuskan menangguhkan izin kerjanya sebagai sopir mobil klasik.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpKrisisEkonomiKuba

Related Posts

Bareskrim Ungkap Sindikat Perdagangan Bayi via Media Sosial, 12 Orang Ditangkap

Bareskrim Ungkap Sindikat Perdagangan Bayi via Media Sosial, 12 Orang Ditangkap

by Hidayat Taufik
February 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri berhasil membongkar...

Pria Mengaku Polisi Aniaya Petugas SPBU di Pulogadung, Polisi Pastikan Pelaku Warga Sipil

Pria Mengaku Polisi Aniaya Petugas SPBU di Pulogadung, Polisi Pastikan Pelaku Warga Sipil

by Hidayat Taufik
February 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Insiden penganiayaan terhadap petugas SPBU terjadi di SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu malam sekitar pukul...

Kolaborasi Ramadan 1447 H, BSI dan HokBen Santuni 4.500 Anak Yatim Lewat Sinergi Ziswaf

Kolaborasi Ramadan 1447 H, BSI dan HokBen Santuni 4.500 Anak Yatim Lewat Sinergi Ziswaf

by Dwi Natasya
February 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menyambut Ramadan 1447 H, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem sosial...

Mudik dan Staycation Lebaran Makin Hemat, Traveloka Soroti Pesona Malang dan Batu

Mudik dan Staycation Lebaran Makin Hemat, Traveloka Soroti Pesona Malang dan Batu

by Dwi Natasya
February 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Memasuki Ramadan, masyarakat mulai mempersiapkan perjalanan mudik sekaligus merancang liburan bersama keluarga saat Idul Fitri. Menjawab kebutuhan...

China Desak AS dan Iran Prioritaskan Dialog, Tahan Eskalasi Militer di Tengah Negosiasi Nuklir

China Desak AS dan Iran Prioritaskan Dialog, Tahan Eskalasi Militer di Tengah Negosiasi Nuklir

by Hidayat Taufik
February 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Di tengah kebuntuan perundingan nuklir, China menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran menahan diri serta mengutamakan jalur...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Cristiano Ronaldo Coba Puasa Ramadan Dua Hari Bersama Pemain Al-Nassr

Mudik Lebaran 2026 Diatur Ketat, One Way hingga Ganjil Genap Berlaku di Tol Jawa

February 24, 2026
Ilustrasi aduan saham MTN

MNC Kapital Diterpa Keluhan soal MTN, Ada 60.000 Aduan

February 24, 2026
Bareskrim Ungkap Sindikat Perdagangan Bayi via Media Sosial, 12 Orang Ditangkap

Bareskrim Ungkap Sindikat Perdagangan Bayi via Media Sosial, 12 Orang Ditangkap

February 25, 2026
Pria Mengaku Polisi Aniaya Petugas SPBU di Pulogadung, Polisi Pastikan Pelaku Warga Sipil

Pria Mengaku Polisi Aniaya Petugas SPBU di Pulogadung, Polisi Pastikan Pelaku Warga Sipil

February 25, 2026
Kolaborasi Ramadan 1447 H, BSI dan HokBen Santuni 4.500 Anak Yatim Lewat Sinergi Ziswaf

Kolaborasi Ramadan 1447 H, BSI dan HokBen Santuni 4.500 Anak Yatim Lewat Sinergi Ziswaf

February 25, 2026
Mudik dan Staycation Lebaran Makin Hemat, Traveloka Soroti Pesona Malang dan Batu

Mudik dan Staycation Lebaran Makin Hemat, Traveloka Soroti Pesona Malang dan Batu

February 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved