JAKARTA, Cobisnis.com – Aksi pembajakan kembali terjadi di perairan Afrika Barat. Kelompok bajak laut bersenjata dilaporkan menyerang sebuah kapal penangkap ikan di lepas pantai Gabon dan menculik sembilan awak kapal, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI).
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam (10/1/2026) dan menjadi kasus terbaru pembajakan di kawasan Teluk Guinea. Wilayah ini dikenal sebagai jalur laut strategis yang membentang dari Senegal hingga Angola di Samudra Atlantik.
Mengutip laporan AFP, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Hubert Bekale Meyong menyampaikan bahwa serangan dilakukan oleh tiga orang bersenjata yang menaiki kapal secara paksa. Dalam pernyataan video yang disiarkan media setempat pada Senin (12/1/2026), ia menyebut para pelaku menculik sembilan awak kapal yang terdiri dari lima warga negara China dan empat WNI.
Kapal yang diserang diketahui bernama IB Fish 7, kapal penangkap ikan berbendera Gabon, yang saat kejadian sedang beroperasi sekitar tujuh mil laut barat daya Ekwata, wilayah perairan Gabon.
Sementara itu, enam awak kapal lainnya yang berasal dari Indonesia, China, dan Burkina Faso tidak ikut diculik dan tetap berada di atas kapal. Otoritas Gabon kemudian menemukan kapal tersebut dan mengawalnya ke pelabuhan Libreville untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak berwenang Gabon memastikan proses investigasi telah dibuka untuk menelusuri identitas pelaku serta keberadaan para awak kapal yang diculik.
Kasus ini mengingatkan kembali pada insiden serupa yang terjadi Februari tahun lalu, ketika tiga pelaut diculik dengan ancaman senjata dari kapal penangkap ikan di perairan dekat ibu kota Gabon.
Teluk Guinea sendiri merupakan jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak dan gas karena berbatasan langsung dengan negara-negara produsen energi utama Afrika Barat. Selain itu, kawasan ini juga kerap menjadi tujuan wisata bahari, termasuk aktivitas memancing dan pengamatan paus.
Meski dalam beberapa tahun terakhir frekuensi serangan bajak laut menurun akibat patroli gabungan negara-negara pesisir dan dukungan Eropa, kawasan ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu wilayah paling rawan pembajakan di dunia.














