JAKARTA, Cobisnis.com – Pasar mobil listrik di Indonesia mencatat lonjakan tajam sepanjang 2025. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan wholesales mobil listrik mencapai 103.931 unit.
Angka tersebut melonjak 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menegaskan bahwa kendaraan listrik semakin diterima masyarakat, seiring perluasan infrastruktur dan insentif pemerintah.
Di tengah pertumbuhan tersebut, BYD tampil sebagai pemain paling dominan. Merek asal China ini mencatat total distribusi 30.670 unit sepanjang 2025, menjadikannya pemimpin pasar mobil listrik nasional.
Strategi BYD dinilai agresif dan menyeluruh. Selain menyasar segmen massal, BYD juga masuk ke kelas premium lewat sub-brand Denza yang mencatat distribusi 6.967 unit ke jaringan diler.
Sorotan utama tertuju pada BYD Atto 1. Meski baru didistribusikan pada kuartal terakhir 2025, model ini langsung mencatat penjualan tertinggi dengan total 22.582 unit.
Kinerja tersebut mencerminkan tingginya minat konsumen terhadap mobil listrik dengan harga lebih terjangkau. Faktor harga dan desain kompak menjadi daya tarik utama di tengah tekanan biaya hidup masyarakat perkotaan.
Di posisi berikutnya, BYD M6 mencatat penjualan 10.862 unit. MPV listrik ini memperlihatkan bahwa pasar Indonesia masih kuat di segmen kendaraan berkapasitas besar, meski beralih ke teknologi baterai.
Peringkat tiga ditempati BYD Sealion 07 dengan 8.402 unit. Dominasi BYD semakin menegaskan pergeseran kekuatan industri otomotif dari Jepang ke China di segmen kendaraan listrik.
Di luar BYD, Wuling masih bertahan dengan total 12.710 unit melalui BinguoEV dan Air EV. Sementara itu, VinFast asal Vietnam mencuri perhatian dengan total 10.886 unit, didorong penggunaan armada taksi listrik.
Menariknya, tidak ada satu pun merek Jepang yang masuk daftar 10 besar model terlaris. Penjualan Toyota, Honda, dan Mitsubishi masih terbatas dan tertinggal jauh dari produsen asal China.
Tren ini menunjukkan perubahan peta persaingan otomotif nasional. Mobil listrik tidak hanya menjadi isu teknologi, tetapi juga berkaitan erat dengan strategi industri, perdagangan global, dan kebijakan energi nasional.














