JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia pelayaran dibuat tercengang dengan hadirnya kapal pesiar raksasa Wonder of the Seas, milik Royal Caribbean International. Kapal ini disebut sebagai yang terbesar dan termewah di dunia, dengan biaya pembangunan mencapai US$ 1,35 miliar atau sekitar Rp21 triliun.
Pembuatan kapal megah ini dilakukan di galangan kapal Chantiers de l’Atlantique di Prancis dan butuh waktu sekitar tiga tahun sebelum resmi diluncurkan pada 2022. Angkanya jelas bukan main, tapi hasilnya juga luar biasa kapal ini ibarat kota terapung yang menggabungkan kemewahan, hiburan, dan teknologi tinggi.
Dengan panjang 362 meter dan bobot 236.857 ton, Wonder of the Seas mampu menampung lebih dari 7.000 penumpang dan 2.300 kru. Jumlah itu bikin kapal ini setara hotel raksasa lima bintang di tengah laut.
Fasilitas di dalamnya bikin siapa pun betah berhari-hari di laut. Ada taman hidup berisi lebih dari 20.000 tanaman asli, seluncuran air tertinggi di laut, serta teater besar untuk pertunjukan musik dan tari. Bahkan, tersedia juga kolam infinity, spa, lapangan olahraga, sampai bar bawah laut.
Selain hiburan, desain kapal ini juga dipikir matang. Wonder of the Seas punya 18 dek atau lantai, dengan sekitar 2.800 kabin penumpang berbagai kelas, dari kabin standar hingga suite mewah lengkap dengan balkon pribadi dan layanan butler.
Royal Caribbean menjadikan kapal ini sebagai ikon baru pariwisata laut dunia. Dengan konsep “hotel terapung supermewah”, mereka menargetkan wisatawan kelas atas yang mencari pengalaman unik di laut lepas.
Kapal ini bukan cuma alat transportasi, tapi juga investasi besar sektor pariwisata global. Setiap pelayaran bisa menghasilkan pendapatan jutaan dolar dari tiket, layanan hiburan, dan aktivitas wisata di pelabuhan tujuan.
Secara ekonomi, proyek seperti ini juga berdampak luas. Ribuan pekerja di industri galangan kapal, pariwisata, dan layanan pelayaran ikut merasakan manfaat dari kemegahan kapal ini.
Kemunculan Wonder of the Seas menandai perubahan tren wisata dunia. Di era serba cepat, banyak orang kini rela bayar mahal demi pengalaman mewah dan eksklusif di laut terbuka.
Dengan nilai Rp21 triliun, kapal ini sekaligus bukti nyata betapa industri pariwisata laut masih jadi ladang bisnis menggiurkan, bahkan di tengah ketatnya persaingan global pascapandemi.














