JAKARTA, Cobisnis.com – Puluhan siswa sekolah dasar di Kampung Babakan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, harus menghadapi kondisi ekstrem setiap hari demi berangkat ke sekolah. Jalan rusak parah yang dipenuhi lumpur tebal menjadi lintasan berbahaya, terutama saat musim hujan.
Situasi ini mencuat ke publik setelah beredar foto viral siswa SDN Sukamukti yang berdiri di tengah jalan berlumpur sambil membawa poster bertuliskan, “Kami butuh perbaikan jalan daripada MBG!”. Tulisan tersebut menjadi bentuk kritik simbolik terhadap kebijakan yang dinilai belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Ketua RT 03/04 Kampung Babakan, Dedem, membenarkan bahwa foto tersebut diambil di wilayahnya. Ia mengatakan, anak-anak setiap hari harus melewati jalur tersebut, bahkan sering kali harus digendong orang tua karena kondisi jalan yang licin dan berbahaya.
Hal serupa disampaikan warga setempat, Siti Latipah, yang mengungkapkan bahwa para ibu harus mengantar anak-anak berjalan sekitar satu kilometer di atas tanah becek. Tak jarang seragam sekolah anak menjadi kotor sebelum tiba di sekolah karena harus melewati lumpur tebal.
Menurut Dedem, kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter disebabkan longsor berulang dalam dua bulan terakhir. Upaya perbaikan swadaya warga tidak membuahkan hasil karena tanah kembali longsor setiap hujan turun.
Ia menjelaskan bahwa kendala utama perbaikan adalah status jalan yang merupakan kewenangan pemerintah daerah, sehingga desa tidak dapat melakukan pembangunan permanen.
Meski hanya sepanjang 100 meter, dampaknya dirasakan besar oleh warga dan sekitar 50 anak sekolah.
Sementara itu, tokoh masyarakat Ustaz Syamsuloh menyebut warga terpaksa membuka jalur darurat secara swadaya setelah jalan utama terputus akibat longsor sejak Januari. Jalur tersebut pun tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga anak-anak tetap harus digendong saat berangkat dan pulang sekolah.
Warga berharap pemerintah daerah segera merespons kondisi ini dan melakukan perbaikan permanen sebelum terjadi kecelakaan atau korban jiwa, sekaligus menjadikan viralnya foto tersebut sebagai peringatan serius atas krisis infrastruktur dasar di wilayah mereka.













