• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, January 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

UU PPSK Percepat Inovasi Keuangan Finansial

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
June 15, 2023
in Ekonomi Bisnis
0
UU PPSK Percepat Inovasi Keuangan Finansial

JAKARTA,Cobisnis.com – Undang-Undang No.4 Tahun 2023 memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara industri Inovasi Teknologi Sektor Jasa Keuangan (ITSK) di Indonesia.Bagi pelaku usaha ITSK, Undang-undang ini dikeluarkan pada saat yang tepat ketika inovasi layanan keuangan digital semakin banyak diadopsi oleh masyarakat. Hal ini menguatkan
Kadin Indonesia dalam mendukung agenda transformasi digital nasional dan turut memberikan perhatian kepada implementasi dari UU PPSK ini.

Industri ITSK di Indonesia mengalami pengembangan yang sangat pesat, hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan transaksi uang elektronik. Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada April 2023 meningkat sebesar 9,00% yoy sehingga mencapai Rp37,4 triliun.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total dana yang disalurkan Layanan Pendanaan Bersama atau Peer to Peer (P2P) Lending mencapai Rp 19,74 triliun pada Maret 2023 atau tumbuh 8,29% (y-o-y). Total penerima pendanaan pada periode yang sama adalah sejumlah 14,3 juta entitas dengan 39,97% alokasi pendanaan bagi sektor produktif.

Tren peningkatan juga ada di layanan investasi berbasis teknologi. Menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), jumlah investor aset digital di Indonesia pada periode Maret 2023 mencapai 17,14 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,54 triliun.
Menarik untuk dicatat bahwa jumlah investor di pasar modal pada periode yang sama baru mencapai 10,88 juta jiwa.

Bukan hanya itu saja, optimisme perkembangan industri ITSK sekarang dan di masa depan penyusunan dan implementasi UU PPSK. Hal itu dikatakan Pandu Sjahrir, Kepala Badan
Pengembangan Keuangan Digital atau BPKD Kadin Indonesia dalam kegiatan
“Sosialisasi UU PPSK bagi Pelaku Usaha ITSK & Perkembangan Penyusunan Peraturan Turunannya,” Selasa (13/6/2023) di Jakarta.

“Pengesahan Undang-Undang PPSK merupakan langkah penting dalam mendorong pertumbuhan sektor keuangan dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha ITSK di Indonesia,” jelas Pandu yang juga Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Selain itu, hal paling pentingnya, sosialisasi UU PPSK ini diharapkan dapat membangun kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha ITSK dan sektor jasa keuangan, dalam rangka menciptakan integrasi serta meningkatkan daya saing sektor jasa keuangan Indonesia.

Reformasi Sektor Layanan Keuangan
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan UU PPSK menjadi salah satu legacy Presiden Jokowi untuk menuju Indonesia Emas 2045 seperti yang selama ini dicita-citakan. Lebih lanjut, Sri
Mulyani menambahkan, UU PPSK punya sejarah panjang dalam proses pembentukannya yang saat itu berbarengan dengan pembahasan RUU Cipta Kerja di DPR.

“Urgensi dari UU PPSK untuk mengakomodir kebutuhan industri keuangan bank dan nonbank
saat ini. Mulai dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga pemain industri perbankan. Jadi, kita ini banyak UU di sektor keuangan warisan dulu yang tidak lagi relevan, terlebih lagi saat krisis ekonomi 1998. Jadi, ini keniscayaan untuk
merevisinya,” kata Sri Mulyani.

Menkeu Sri Mulyani juga mengatakan banyak UU yang muncul karena krisis. Ia melihat,Crisis is actually sehingga mengeluarkan atau memaksa dengan respons peraturan baru. Ia mengambil contoh tahun ’98 dan ’99 sebagai the biggest financial crisis di Indonesia dan Asia.

Dari kejadian itu, UU Perbankan diperbarui karena ada krisis perbankan, pun dengan UU Bank Indonesia.
Selain Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga jadi lembaga independen saat krisis ekonomi 1998. Setelah semua itu, kini dunia dihadapkan pada pandemi Covid-19 sehingga pemerintah melihat perlu adanya perubahan UU di sektor keuangan lantaran sektor digital teknologi makin memberi influence dari sektor keuangan. Lahirnya UU PPSK.

“Kami sudah memberikan legacy bapak dalam 10 tahun ke depan banyak fondasi, misalnya UU HPP (Harmonisasi Peraturan Perpajakan). Ini salah satu fondasi yang kami sampaikan,the biggest challenge Indonesia maju menjadi Indonesia emas. Bapak sampaikan 2045 belum mampu berkembang secara cepat & dangkal. Tapi jadi pemikiran awal,” lanjutnya.

Menkeu Sri Mulyani meminta Kadin Indonesia membantu pemerintah mencapai Indonesia 2045, karena saat itu banyak bonus demografi dan akan naik dari negara berpendapatan menengah ke atas (middle upper) jadi negara berpendapatan ke atas (high income).
“Utamanya diperkuat atau dibantu di sektor keuangan nonbank yang masih tertinggal jauh.

Intermediasi antara mereka yang menabung di bank dan investasi masih terbatas. Jadi kita akan melihat indikator sukses volume deepening, diversity, majority dari institusi pelaku usaha
maupun regulator. Itupun below 50 persen. Fintech sebagai industri teknologi digital, literasi hanya 10 persen. Produk dikenal teknologi digital penetrasi keputusan individu what they are decide, ini banyak sekali excess-excess ke depan,” terangnya.

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa
Keuangan (OJK), Triyono dalam kegiatan ini mengatakan Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) memberikan penegasan pentingnya menciptakan keseimbangan antara upaya mendorong inovasi dan mitigasi risiko dalam pengembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK).

Selain itu, P2SK juga memberikan fondasi yang kuat untuk perkembangan industri ITSK di Indonesia, terutama melalui penguatan 4 (empat) pilar utama, yaitu:
1. Pertama, penguatan peran Asosiasi ITSK dalam melaksanakan pembinaan dan
pemantauan terhadap setiap penyelenggara ITSK yang terdaftar sebagai anggota asosiasi tersebut sejalan dengan fungsi dan tugas yang diamanatkan oleh Otoritas.

2. Kedua, penguatan Otoritas pengawas ITSK, yang hanya terbatas pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan industri ini.

3. Ketiga, penguatan kepastian hukum bagi penyelenggara ITSK, memberikan
perlindungan hukum yang jelas dan definitif yang membantu mengembangkan inovasi sektor jasa keuangan di Indonesia.

4. Terakhir, P2SK menekankan pentingnya penguatan perlindungan konsumen,
menjamin bahwa hak dan kepentingan konsumen tetap terlindungi seiring dengan
inovasi dan perkembangan dalam sektor ini.

Sementara itu, Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran
Bank Indonesia Dicky Kartikoyono [1] yang juga hadir dalam kegiatan sosialisasi ini
mengatakan UU PPSK merupakan milestone penting bagi reformasi sektor keuangan serta memiliki peran strategis dalam upaya mengakselerasi inklusi ekonomi dan keuangan digital,
termasuk memperkuat mandat bank sentral dalam melakukan tugasnya di era digital.

“UU PPSK semakin memperkuat reformasi pengaturan sistem pembayaran yang telah
dilakukan Bank Indonesia dalam menavigasi perkembangan digitalisasi untuk mendorong pengembangan inovasi dan meningkatkan interkoneksi dan interoperabilitas bersinergi dengan industri antara lain melalui standardisasi, serta mendukung kompetisi yang sehat dan memastikan stabilitas penyelenggaraan sistem pembayaran.
Inklusi keuangan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan, yakni dengan perluasan akses kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran UU PPSK ini
menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan keuangan digital, terutama melalui inovasi tekfin ditambah sinergi pemerintah dan pelaku usaha,” jelasnya.

BI, kata Dicky, berpesan bahwa pelaku usaha baik bank maupun lembaga selain bank harus dapat mencari titik keseimbangan antara pengembangan inovasi dan mitigasi risiko untuk
dapat mengoptimalkan manfaat digitalisasi di sektor keuangan dengan memperhatikan pendekatan pengaturan yang mengedepankan activity-based, risk-based dan principle￾based.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan juga bisa meningkatkan pemahaman dan memberikan informasi anggota Kadin Indonesia yang bergerak di sektor ITSK terkait kepatuhan terhadap regulasi dan pengembangan peraturan turunan dari UU PPSK untuk bab ITSK serta mendorong sinergi antara pelaku industri dan pemerintah dalam meningkatkan daya saing ekosistem layanan keuangan digital Indonesia

Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
download lava firmware
Free Download WordPress Themes
online free course
Tags: cobisnis.comKadinUU ppsk

Related Posts

Ofero Perkenalkan Stareer 5 Lit, Flagship Sepeda Listrik Jarak Jauh Berbasis Lithium

Ofero Perkenalkan Stareer 5 Lit, Flagship Sepeda Listrik Jarak Jauh Berbasis Lithium

by Dwi Natasya
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Ofero Technology Indonesia (Ofero) resmi meluncurkan Stareer 5 Lit sebagai produk flagship terbaru dalam jajaran sepeda...

Polisi Resmi Tutup Penyelidikan Kematian Diplomat Muda Arya Daru, Tak Ditemukan Unsur Pidana

Polisi Resmi Tutup Penyelidikan Kematian Diplomat Muda Arya Daru, Tak Ditemukan Unsur Pidana

by Hidayat Taufik
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com- Polda Metro Jaya memutuskan untuk menghentikan penyelidikan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, yang...

Medali Emas SEA Games Martina Ayu Sukses Curi Perhatian Presiden Prabowo

Medali Emas SEA Games Martina Ayu Sukses Curi Perhatian Presiden Prabowo

by Hidayat Taufik
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Prestasi atlet Indonesia Martina Ayu di ajang SEA Games 2025 mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto....

KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji 2024, Kerugian Negara Masih Diaudit BPK

KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji 2024, Kerugian Negara Masih Diaudit BPK

by Hidayat Taufik
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua pihak sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tahun...

Petenis Tampil Sangat Buruk Hingga Viral, Panitia Turnamen Akui Seharusnya Tak Membiarkannya Terjadi

Petenis Tampil Sangat Buruk Hingga Viral, Panitia Turnamen Akui Seharusnya Tak Membiarkannya Terjadi

by Zahra Zahwa
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah pertandingan tenis yang seharusnya luput dari perhatian justru menjadi viral di media sosial. Laga babak pertama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

January 9, 2026
Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

January 9, 2026
Bank Mandiri Salurkan 70% Dana Pemerintah, Purbaya Beri Sinyal Tambahan Stimulus

Pak Purbaya: Beli Rumah Baru Tahun 2026, PPN Ditanggung Pemerintah 100 Persen

January 8, 2026
Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

January 9, 2026
Ofero Perkenalkan Stareer 5 Lit, Flagship Sepeda Listrik Jarak Jauh Berbasis Lithium

Ofero Perkenalkan Stareer 5 Lit, Flagship Sepeda Listrik Jarak Jauh Berbasis Lithium

January 9, 2026
Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

January 9, 2026
Purbaya Pastikan Dana Program Makan Bergizi Tetap Jalan dan Efektif

Utang 2025 Rp736,3 T, Purbaya Sebut Hampir Sentuh Target APBN

January 9, 2026
Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

January 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved