JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) setiap hari Jumat mulai mencuat sebagai salah satu langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Gagasan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya, yang mengusulkan agar kebijakan tersebut diterapkan baik bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja di sektor swasta. Meski demikian, pemerintah masih mengkaji rencana ini karena tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan secara jarak jauh.
Usai melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Salahuddin, kawasan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Purbaya menjelaskan bahwa penerapan WFH memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga efektivitas kerja pada sektor tertentu.
Ia menilai hari Jumat cocok dijadikan sebagai jadwal WFH karena berdekatan dengan akhir pekan. Dengan pola tersebut, masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk beraktivitas di rumah, bahkan berpotensi meningkatkan kegiatan pariwisata domestik.
“Jika digabung dengan Sabtu dan Minggu, masyarakat memiliki waktu tiga hari yang bisa dimanfaatkan, baik untuk istirahat di rumah maupun bepergian,” ujarnya.
Rencana penerapan kebijakan ini diproyeksikan akan dilakukan setelah periode libur Lebaran, meski waktu pastinya masih dalam tahap pembahasan. Berdasarkan perhitungan awal, langkah ini berpotensi mengurangi konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, namun angka tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut.













