JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Kennedy Center for the Performing Arts akan ditutup mulai Juli mendatang selama sekitar dua tahun guna menjalani renovasi besar-besaran. Keputusan ini diambil di tengah gelombang pembatalan pertunjukan dan penarikan diri para seniman dari salah satu institusi seni paling bergengsi di AS tersebut.
Trump mengatakan penutupan yang direncanakan dimulai pada 4 Juli itu bertujuan mempercepat proses renovasi dan menghasilkan kualitas bangunan yang lebih baik. Langkah ini masih menunggu persetujuan dewan pengurus Kennedy Center, yang tahun lalu memilih Trump sebagai ketua.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut Kennedy Center sebagai bangunan yang “lelah, rusak, dan terbengkalai,” baik secara finansial maupun struktural. Ia mengklaim renovasi akan mengubahnya menjadi pusat seni kelas dunia, dengan pendanaan yang disebutnya telah sepenuhnya tersedia. Namun, Trump tidak merinci sumber pembiayaan maupun total biaya proyek tersebut.
Penutupan ini terjadi di tengah meningkatnya boikot seniman terhadap Kennedy Center sejak nama Trump ditambahkan ke kompleks tersebut pada Desember lalu. Sejumlah artis ternama menarik diri dari penampilan dan posisi kepemimpinan mereka, termasuk komposer Philip Glass, Issa Rae, Renée Fleming, Shonda Rhimes, hingga Ben Folds. Produser musikal “Hamilton,” Jeffrey Seller, juga membatalkan jadwal pertunjukan yang telah direncanakan.
Sumber internal menyebutkan bahwa rencana renovasi dua tahun itu bahkan baru diketahui staf Kennedy Center melalui unggahan media sosial Trump. Sebelumnya, sempat beredar wacana penutupan sementara untuk renovasi sekaligus menekan kerugian finansial akibat penurunan minat seniman dan publik.
Trump menegaskan bahwa Kennedy Center tidak akan bersikap “terlalu progresif” dan ingin membawa perubahan besar, termasuk pada program seni yang ditampilkan. Meski demikian, perubahan tersebut menuai kritik dari mantan pegawai yang menilai adanya tekanan politik dan pergeseran nilai dasar institusi, yang berdampak negatif pada keuangan.
Dalam rancangan undang-undang “One Big, Beautiful Bill,” Trump mengalokasikan US$257 juta untuk perbaikan, restorasi, pemeliharaan, dan penguatan keamanan Kennedy Center. Ia juga menyebut renovasi mencakup perbaikan marmer eksterior, kursi interior, serta panggung yang sepenuhnya diperbarui.
Kennedy Center yang dibuka pada 1971 dan menjadi monumen peringatan Presiden John F. Kennedy ini biasanya menggelar lebih dari 2.000 pertunjukan setiap tahun. Penutupan selama dua tahun menandai salah satu perubahan paling drastis dalam sejarah lembaga seni tersebut.














