JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut atlet ski Olimpiade Hunter Hess sebagai “pecundang sejati” setelah sang atlet mengungkapkan memiliki “perasaan campur aduk” saat mewakili Amerika Serikat di ajang Olimpiade Musim Dingin.
Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu pagi, Trump menulis bahwa Hess tidak pantas berada di tim nasional jika merasa tidak mewakili negaranya. “Atlet ski Olimpiade AS, Hunter Hess, seorang pecundang sejati, mengatakan dia tidak mewakili negaranya di Olimpiade Musim Dingin saat ini. Jika itu benar, seharusnya dia tidak ikut seleksi tim, dan sangat disayangkan dia ada di dalamnya. Sulit mendukung orang seperti ini,” tulis Trump.
Hess, atlet asal Bend, Oregon, sebelumnya mengatakan dalam sesi wawancara pekan lalu bahwa mengenakan bendera AS tidak berarti dirinya mendukung semua yang sedang terjadi di negaranya. Ia mengakui situasi politik saat ini membuatnya tidak nyaman, namun menegaskan bahwa dirinya tetap bangga mewakili keluarga, teman, serta nilai-nilai baik Amerika Serikat yang ia yakini.
Komentar Hess muncul di tengah pertanyaan media kepada sejumlah atlet freestyle ski Tim AS terkait kondisi politik dalam negeri. Atlet lain, Chris Lillis, secara terbuka menyatakan rasa sedih dan keprihatinannya terhadap situasi di Amerika Serikat, termasuk ketegangan terkait penegakan imigrasi federal dan aksi protes yang terjadi setelah penembakan fatal di Minnesota.
Atlet ski lainnya, Quinn Dehlinger, menilai perpecahan politik di Amerika Serikat sangat terasa, namun olahraga seharusnya menjadi sarana pemersatu. Sementara itu, Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS (USOPC) menyatakan fokus mereka adalah memastikan keselamatan dan dukungan penuh bagi Hunter Hess agar dapat bertanding dengan baik di panggung dunia.
USOPC juga menyoroti meningkatnya pesan kebencian terhadap atlet selama ajang olahraga besar dalam beberapa Olimpiade terakhir. Komite menegaskan komitmennya untuk melindungi kesejahteraan dan keamanan atlet, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.
Sejumlah tokoh konservatif turut mengkritik pernyataan Hess sebelum unggahan Trump. Namun, komentar presiden tersebut mendapat respons keras dari Senator Bernie Sanders, yang menyebut Hess sebagai “warga Amerika yang bangga.” Sanders menegaskan bahwa Amerika Serikat bukan monarki dan tidak ada kewajiban bagi warga negara untuk tunduk pada satu figur pemimpin.
Pernyataan Trump ini menjadi contoh terbaru dari kritiknya terhadap individu yang bersuara menentang pemerintahannya. Di sisi lain, Wakil Presiden JD Vance justru menyampaikan dukungan kepada atlet Tim AS, menegaskan bahwa seluruh rakyat Amerika, tanpa memandang afiliasi politik, mendukung mereka.













