JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Donald Trump menyatakan akan menghadiri White House Correspondents’ Dinner tahun ini, menandai perubahan sikap setelah sebelumnya memboikot acara tahunan tersebut selama masa jabatannya. Pengumuman itu disampaikan melalui unggahan di Truth Social, di mana Trump menyebut dirinya diminta secara resmi menjadi tamu kehormatan dalam tradisi panjang yang telah berlangsung sejak 1924, pada era Presiden Calvin Coolidge.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa demi merayakan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat, ia akan hadir dan berupaya menjadikan jamuan makan malam tersebut sebagai yang “terbesar dan paling spektakuler.” Sebelumnya, Trump tercatat sebagai presiden pertama yang tidak pernah menghadiri acara tersebut selama menjabat, termasuk pada periode pertamanya dan tahun pertama periode keduanya. Ia kerap melontarkan kritik keras terhadap media, bahkan pernah menyebut pers sebagai “musuh rakyat Amerika.”
Presiden Asosiasi Koresponden Gedung Putih, Weijia Jiang, menyambut baik keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa selama lebih dari satu abad, para jurnalis yang tergabung dalam asosiasi menikmati tradisi makan malam bersama presiden sebagai bentuk perayaan Amandemen Pertama dan kebebasan pers. Jiang menyatakan pihaknya menantikan kehadiran Trump dalam acara yang akan digelar pada 25 April di Washington Hilton.
Meski belum pernah hadir sebagai presiden, Trump sebelumnya pernah datang sebagai tamu sebelum menjabat, terutama pada 2011 ketika Presiden Barack Obama melontarkan candaan tajam yang menyasar dirinya. Hubungan antara Gedung Putih dan asosiasi koresponden memang tetap tegang sejak awal masa jabatan kedua Trump, termasuk perubahan dalam pengaturan akses pers dan manajemen press pool.
Dalam beberapa tahun terakhir, acara ini identik dengan suasana santai dan humor, biasanya menghadirkan komedian untuk “memanggang” presiden. Tahun lalu, rencana menghadirkan komedian Amber Ruffin sebagai bintang utama dibatalkan, dan fokus acara dialihkan pada perayaan kebebasan pers. Keputusan Trump untuk hadir tahun ini pun dipandang sebagai momen penting di tengah dinamika hubungan pemerintah dan media yang masih sensitif.













