JAKARTA, Cobisnis.com – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis jutaan dokumen baru terkait kasus miliarder sekaligus pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, pada 30 Januari 2026. Rilis dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files ini kembali mengungkap skala kekayaan Epstein serta keterkaitannya dengan sejumlah tokoh ternama dunia.
Dokumen tersebut mencakup sekitar tiga juta halaman, lebih dari 180 ribu gambar, dan sekitar 2.000 video. Isinya memuat korespondensi, catatan perjalanan, hingga dokumen internal yang menyeret berbagai nama figur publik internasional dan memicu sorotan global.
Kekayaan Ratusan Juta Dolar
Berdasarkan data Forbes, Jeffrey Epstein memiliki kekayaan hampir USD 600 juta saat meninggal dunia pada 2019. Dengan kurs Rp16.800 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp10 triliun.
Sumber kekayaan Epstein disebut berasal dari hubungan finansial dengan dua klien miliarder, ditambah berbagai keuntungan pajak yang signifikan. Catatan harta warisan menunjukkan Epstein memiliki aset tunai dan investasi sekitar USD 380 juta, sehingga total kekayaannya mencapai USD 578 juta atau sekitar Rp9,7 triliun.
Dua Pulau Pribadi di Karibia
Salah satu aset paling mencolok milik Epstein adalah dua pulau pribadi di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, Karibia, yang kerap dijuluki publik sebagai “Epstein Island”.
Pulau pertama, Little St. James, dibeli pada 1998 seharga USD 8 juta dengan luas sekitar 70–78 hektare. Pulau ini menjadi pusat aktivitas Epstein, termasuk vila mewah dan lokasi yang diduga digunakan untuk praktik perdagangan seksual terhadap anak di bawah umur.
Pulau kedua, Great St. James, berada tak jauh dari Little St. James dengan luas sekitar 165 hektare. Kedua pulau tersebut memperkuat citra Epstein sebagai miliarder dengan gaya hidup eksklusif dan tertutup.
Tokoh Dunia dalam Epstein Files
Rilis dokumen DOJ juga memuat sejumlah nama tokoh internasional, meski tidak semuanya disertai tuduhan pidana.
Nama Elon Musk muncul dalam korespondensi email terkait rencana perjalanan yang disebut diatur oleh Epstein. Musk menegaskan dirinya tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein dan menyebut email tersebut berpotensi digunakan untuk mencemarkan namanya.
Bill Gates juga disebut dalam dua email yang diklaim ditulis oleh Epstein, meski keasliannya dipertanyakan. Salah satu email menyebut klaim sensitif terkait kehidupan pribadi Gates. Juru bicara Gates menegaskan isi email tersebut tidak benar dan merupakan kebohongan.
Nama mantan Presiden AS Bill Clinton muncul dalam dokumen berupa foto dan korespondensi dengan Ghislaine Maxwell, rekan dekat Epstein. Namun, tidak terdapat tuduhan langsung terkait pelecehan seksual maupun kunjungan ke pulau Epstein. Clinton menyatakan hubungannya dengan Epstein bersifat sosial dan terjadi sebelum kejahatan Epstein terungkap.
Presiden AS Donald Trump juga disebut ribuan kali dalam dokumen, termasuk dalam laporan dari tip line FBI yang belum terverifikasi. Trump membantah keterlibatan dan menegaskan hubungannya dengan Epstein telah lama berakhir.
Selain itu, dokumen juga menyebut nama Andrew Mountbatten-Windsor, Ehud Barak, hingga tokoh-tokoh lain dari kalangan politik, bisnis, dan selebriti dunia. Sebagian besar dari mereka membantah terlibat dalam tindakan melanggar hukum.
Penting Dicatat
Penyebutan nama dalam Epstein Files tidak serta-merta membuktikan keterlibatan dalam kejahatan. Banyak dokumen berisi korespondensi umum, catatan sosial, hingga rujukan pemberitaan media yang dikaitkan dengan Epstein.
Meski demikian, rilis dokumen ini kembali membuka diskusi global mengenai jaringan kekuasaan, kekayaan, dan perlindungan terhadap elite yang diduga terhubung dengan salah satu skandal seksual terbesar daltahun baru imlek, imlek, kalender masehi, kalender lunisolar tiongkok am sejarah modern.













