• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, February 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Tabungan Kelas Menengah Bawah Terus Tergerus, Fenomena ‘Makan Tabungan’ Masih Menguat di Tengah Tekanan Ekonomi

Saeful Imam by Saeful Imam
October 14, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Duh, Masyarakat Kelas Menengah dan Bawah Indonesia Terpaksa Menggunakan Tabungan untuk Hidup Sehari-hari

Masyarakat menengah bawah makan tabungan untuk hidup sehari-hari

JAKARTA, COBISNIS.COM – Simpanan nasabah kelas menengah ke bawah di perbankan, khususnya dengan nilai di bawah Rp 100 juta, menunjukkan tren lesu di tengah tantangan inflasi yang tidak sejalan dengan pendapatan yang stagnan.

Fenomena “makan tabungan” menjadi masalah utama yang dihadapi masyarakat kelas bawah di Indonesia.

Data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat bahwa nominal tabungan di bawah Rp 100 juta tumbuh paling kecil sepanjang tahun 2024 dibanding kelompok simpanan lainnya.

Pada Agustus 2024, nominal tabungan di bawah Rp 100 juta mencapai Rp 1.061,42 triliun, hanya meningkat 0,8% secara year-to-date (ytd), atau 12,2% dari total simpanan Rp 8.698,53 triliun.

Secara tahunan, simpanan di bawah Rp 100 juta naik sebesar 5,3% year-on-year (yoy), sementara pertumbuhan bulanan hanya sebesar 0,3%.

Laporan Mandiri Spending and Saving Index juga menunjukkan bahwa kelas bawah masih dapat berbelanja, namun proporsi mereka dalam menabung menurun.

Indeks tabungan per individu kelas bawah di Bank Mandiri tercatat hanya naik tipis menjadi 47,9 pada Juli 2024, setelah mengalami penurunan berkelanjutan sejak akhir tahun 2023.

Sebaliknya, indeks belanja per individu kelas menengah pada Juli 2024 mencapai 110,6.

Pengamat Perbankan Arianto Muditomo menyatakan bahwa tren deflasi dapat meningkatkan daya beli masyarakat, namun jika pendapatan tidak meningkat signifikan, banyak yang terpaksa menggunakan tabungan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, penurunan penempatan dana mencerminkan kondisi ekonomi yang membuat masyarakat lebih fokus pada pengeluaran.

Dengan situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan dampak domestik yang masih beradaptasi, tren ini diperkirakan akan berlanjut.

Pertumbuhan ekonomi yang melambat, inflasi rendah, dan ketidakpastian di pasar tenaga kerja membuat masyarakat kelas bawah lebih berhati-hati dalam menambah tabungan.

Didiet juga menyarankan agar bank meningkatkan literasi keuangan pada segmen ini dengan menawarkan produk tabungan yang lebih fleksibel dan suku bunga kompetitif.

Digitalisasi layanan perbankan juga dianggap dapat menarik minat masyarakat untuk menambah simpanan mereka.

Beberapa bank melaporkan perlambatan dalam simpanan nasabah kelas menengah ke bawah. Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, menyebutkan bahwa nasabah dengan saldo di bawah Rp 100 juta menunjukkan tren penurunan karena fokus pada konsumsi kebutuhan pokok.

Namun, dana pihak ketiga (DPK) bjb masih tumbuh 8,4% secara tahunan hingga Agustus 2024, didorong oleh nasabah dengan saldo besar.

Yuddy memperkirakan, meskipun terbatas, tabungan kelas menengah ke bawah masih akan tumbuh hingga akhir tahun, terutama dengan adanya momentum libur panjang, hari raya, dan Pilkada.

Kondisi tersebut akan meningkatkan perputaran uang dan dana yang dicadangkan di tabungan.

Hal serupa juga terjadi di PT Bank Central Asia (BCA), yang melihat fenomena “makan tabungan” dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur BCA, Santoso, menjelaskan bahwa nasabah kelas menengah ke bawah menjadi segmen paling terdampak, terlihat dari pertumbuhan saldo rata-rata yang tidak signifikan.

Bank Mandiri mencatat pertumbuhan simpanan nasabah kelas menengah ke bawah sebesar 5% pada Agustus 2024 dibanding tahun sebelumnya, dengan total simpanan lebih dari Rp 77 triliun. Menurut Evi Dempowati, SVP Retail Deposit Product and Solution Bank Mandiri, tren deflasi membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, meskipun ada potensi peningkatan daya beli.

Bank Mandiri optimistis dapat mencapai target pertumbuhan dana kelolaan hingga 17% tahun ini melalui produk keuangan berisiko rendah dan pengembangan layanan digital, seperti Livin by Mandiri. Bank juga terus menjalankan program edukasi keuangan untuk membantu nasabah mengelola keuangan dengan bijak.

Sementara itu, PT Bank Danamon mencatat bahwa pada September 2024, 95% dari total nasabah individu mereka berasal dari kelas menengah ke bawah, meskipun porsi dana kelolaan mereka hanya 5%. Danamon juga menyadari bahwa deflasi selama lima bulan berturut-turut menciptakan ketidakpastian bagi masyarakat.

Bank Danamon berencana terus memberikan layanan terbaik dengan menargetkan pertumbuhan dua digit dalam pendanaan dan inovasi produk finansial bagi nasabah kelas menengah ke bawah.

Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download micromax firmware
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: fenomena makan tabungantabungan tergerus

Related Posts

Duh, Masyarakat Kelas Menengah dan Bawah Indonesia Terpaksa Menggunakan Tabungan untuk Hidup Sehari-hari

Heboh Masyarakat Indonesia Makan Tabungan, Bagaimana dengan Pertumbuhan Simpanan?

by Saeful Imam
October 3, 2024
0

JAKARTA, COBISNIS.COM - Sejumlah data menunjukkan bahwa fenomena pemakaian tabungan atau "mantab" di kalangan masyarakat kelas menengah masih berlangsung. Namun,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Cristiano Ronaldo Coba Puasa Ramadan Dua Hari Bersama Pemain Al-Nassr

Mudik Lebaran 2026 Diatur Ketat, One Way hingga Ganjil Genap Berlaku di Tol Jawa

February 24, 2026
Menkes Tegaskan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Sentuh Warga Miskin

Menkes Tegaskan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Sentuh Warga Miskin

February 25, 2026
Laporan BRIN Ungkap Motif Ekonomi Dibalik Klaim Masyarakat Adat Cek Bocek Senilai 7 Triliun

Perkuat Efisiensi Perjalanan Dinas, ITDC Teken Kerja Sama TMC dengan IAS Property Indonesia

February 25, 2026
Laporan BRIN Ungkap Motif Ekonomi Dibalik Klaim Masyarakat Adat Cek Bocek Senilai 7 Triliun

Laporan BRIN Ungkap Motif Ekonomi Dibalik Klaim Masyarakat Adat Cek Bocek Senilai 7 Triliun

February 25, 2026
Polri Perketat Pengawasan Anggota Usai Insiden Kematian Pelajar di Tual

Polri Perketat Pengawasan Anggota Usai Insiden Kematian Pelajar di Tual

February 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved