JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga komoditas global mulai menekan biaya produksi kendaraan listrik. Salah satu yang terdampak adalah Tesla, seiring melonjaknya harga silver atau perak yang digunakan pada komponen kendaraan.
CEO Tesla Elon Musk menyampaikan bahwa biaya produksi kendaraan mengalami peningkatan. Silver menjadi salah satu material yang menyumbang tekanan biaya, terutama pada komponen elektronik dan sistem kelistrikan.
Meski demikian, Tesla menegaskan belum berencana menaikkan harga jual kendaraan ke konsumen. Perusahaan memilih mempertahankan harga agar tetap kompetitif di pasar global.
Musk menjelaskan bahwa porsi silver dalam struktur biaya produksi Tesla relatif kecil. Karena itu, kenaikan harga komoditas tersebut tidak langsung diteruskan ke harga jual.
Strategi ini menunjukkan upaya Tesla menjaga daya beli konsumen. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
Industri kendaraan listrik saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat. Produsen asal China agresif menekan harga untuk memperluas pangsa pasar internasional.
Tekanan harga dari China membuat produsen global harus lebih efisien. Tesla memilih mengoptimalkan skala produksi dan efisiensi rantai pasok dibandingkan menaikkan harga.
Langkah tersebut berpotensi menjaga volume penjualan. Namun, di sisi lain, margin keuntungan perusahaan berisiko tertekan jika biaya terus meningkat.
Harga komoditas seperti silver dipengaruhi dinamika global, mulai dari permintaan industri hingga kondisi geopolitik. Perubahan ini berdampak langsung pada sektor manufaktur berteknologi tinggi.
Keputusan Tesla menahan harga mencerminkan strategi jangka pendek untuk mempertahankan posisi pasar. Perusahaan tampak mengandalkan efisiensi internal untuk menyerap kenaikan biaya.
Ke depan, keberlanjutan strategi ini akan sangat bergantung pada stabilitas harga komoditas dan kemampuan Tesla menjaga efisiensi produksi di tengah tekanan global.














