JAKARTA, Cobisnis.com – Cabang hoki es kembali menjadi salah satu andalan utama pada Olimpiade Musim Dingin bulan depan, terutama karena kembalinya para pemain NHL yang akan membuat bintang-bintang terbaik dunia kembali bersaing memperebutkan medali.
Namun, di tengah meningkatnya antusiasme menjelang lemparan puck pertama, muncul kekhawatiran bahwa venue yang akan menggelar pertandingan hoki mungkin belum siap tepat waktu. Kekhawatiran ini tidak hanya menyangkut penyelesaian bangunan untuk penonton, tetapi juga kualitas permukaan es yang akan digunakan para pemain.
Berikut rangkuman lengkap kontroversi potensial yang sempat membuat NHL berpikir ulang untuk mengizinkan para pemainnya berlaga di Italia.
Kembalinya pemain NHL ke Olimpiade untuk pertama kalinya sejak 2014 sempat dibayangi keraguan. Liga hoki profesional terbaik dunia itu sebelumnya absen pada Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing karena pandemi Covid-19, serta menolak melepas pemain pada Olimpiade 2018 di PyeongChang karena dianggap mengganggu jadwal kompetisi liga.
Alih-alih menjadi persiapan yang mulus menuju ajang kelas dunia, kekhawatiran justru muncul terkait kesiapan dua venue hoki di Milan, yakni Milano Santagiulia dan Milano Rho. Situasi ini bahkan membuat Wakil Komisaris NHL Bill Daly menyatakan bulan lalu bahwa liga tidak akan mengirim pemain jika terdapat masalah keselamatan pada permukaan es.
Beberapa isu yang mencuat antara lain ukuran lapangan yang sedikit lebih lebar dan lebih pendek dari standar NHL—meski masih sesuai ketentuan Federasi Hoki Es Internasional (IIHF)—serta kualitas es baru yang sempat bermasalah, termasuk munculnya lubang kecil saat uji coba sebelumnya. Selain itu, pembangunan infrastruktur venue juga disebut tertinggal dari jadwal, dan kapasitas utama Milano Santagiulia diperkirakan tidak sesuai rencana awal.
Presiden IIHF Luc Tardif bahkan mengakui bahwa arena utama mungkin belum sepenuhnya rampung saat pertandingan pertama dimulai. Meski begitu, ia menegaskan bahwa permukaan es, fasilitas latihan, dan ruang ganti akan siap untuk turnamen putra yang melibatkan pemain NHL.
Perhatian pun tertuju pada ajang uji coba di venue tersebut akhir pekan lalu. Pejabat NHL yang hadir memantau uji coba tersebut dilaporkan cukup puas dengan perkembangan yang ada, sehingga melegakan penyelenggara lokal. Dalam pernyataan bersama, NHL dan Asosiasi Pemain NHL menyebut uji coba tersebut sebagai “latihan yang baik” dan memberikan gambaran penting mengenai kondisi pembangunan saat ini.
Meski mengakui adanya tantangan karena es yang baru dan arena yang masih dalam proses penyelesaian, kedua pihak menyatakan optimistis seluruh masalah dapat ditangani dengan kerja tanpa henti. Mereka juga menegaskan akan terus memantau situasi demi memastikan turnamen berjalan sesuai standar tertinggi.
Luc Tardif menambahkan bahwa ia merasa “senang dan percaya diri” terhadap kualitas permukaan es setelah uji coba, seraya menilai performa es sudah sangat baik. Optimisme serupa disampaikan Direktur Olahraga IOC Pierre Ducrey, yang yakin pemain NHL akan tampil di Olimpiade dan menjanjikan turnamen yang sangat menarik.
Meski demikian, panitia masih mengakui bahwa beberapa area non-esensial di sekitar venue kemungkinan belum sepenuhnya selesai saat kompetisi dimulai. Turnamen hoki putri dijadwalkan mulai 5 Februari, disusul turnamen putra pada 11 Februari. Di luar arena Milano Santagiulia, sejumlah area masih membutuhkan banyak perbaikan, sementara ribuan penggemar dari seluruh dunia akan segera berdatangan.














