JAKARTA, Cobisnis.com – Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara menjadi fokus perhatian Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mengingat besarnya dampak bencana yang terjadi di kedua wilayah tersebut. Kerusakan tercatat meliputi infrastruktur jalan, jembatan, hunian warga, fasilitas pendidikan, hingga lahan pertanian masyarakat.
Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, menegaskan bahwa upaya koordinasi dan konsolidasi lintas pihak harus dibarengi dengan pengecekan langsung di lapangan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar seluruh rencana yang telah disusun benar-benar terlaksana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.
Safrizal menyampaikan bahwa Satgas PRR memiliki tanggung jawab utama memastikan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana. Oleh karena itu, Satgas turun langsung mendampingi Kepala BNPB selaku Wakil Kepala Satgas Nasional untuk melakukan inspeksi lapangan di sejumlah lokasi terdampak.
Peninjauan di Aceh Timur dan Aceh Utara dilakukan di beberapa titik, meliputi pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Pante Rambong, rekonstruksi serta penyaluran bantuan di SDN Blang Senong, inspeksi jembatan Desa Sawang, penyaluran bantuan bagi masyarakat Desa Tupok Blang, serta pembangunan huntara di Desa Baba Krueng.
Safrizal menjelaskan bahwa pembangunan huntara di Desa Pante Rambong, Aceh Timur, telah selesai dan secara simbolis kunci hunian telah diserahkan kepada warga oleh Wakil Kepala Satgas Nasional. Sementara itu, masyarakat yang tidak memilih opsi huntara telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Adapun pembangunan huntara di Desa Baba Krueng, Aceh Utara, saat ini telah mencapai progres sekitar 60 hingga 70 persen.
Di sisi lain, inspeksi juga dilakukan pada jembatan Desa Sawang, Aceh Utara, yang sebelumnya rusak akibat banjir bandang. Proses pembangunan jembatan bailey telah dimulai dengan dukungan alat berat serta personel dari Brimob Polri. Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai akses utama masyarakat dan penghubung wilayah yang sempat terisolasi.
Safrizal menambahkan bahwa percepatan pembangunan jembatan bailey menjadi kebutuhan mendesak agar akses masyarakat segera pulih, termasuk untuk memudahkan aktivitas pendidikan anak-anak. Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan seiring dengan percepatan perencanaan teknis pembangunan jembatan permanen di lokasi yang sama.














