JAKARTA, Cobisnis.com – RLCO mencatatkan diri sebagai IPO paling sukses sepanjang 2025 setelah sahamnya kembali menyentuh auto reject atas (ARA) hingga 14 kali berturut-turut sejak pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia.
Kinerja harga saham RLCO bahkan melampaui emiten IPO lain seperti CDIA, dengan antrean beli yang sempat menembus Rp750 miliar lebih. Kondisi ini mencerminkan minat investor yang sangat kuat terhadap saham tersebut.
Kombinasi manajemen yang solid menjadi salah satu faktor utama di balik lonjakan minat pasar. Investor menilai strategi bisnis RLCO cukup jelas, dengan prospek pertumbuhan yang dinilai realistis dan terukur.
Peran underwriter juga dinilai signifikan dalam menjaga kualitas IPO RLCO. Proses bookbuilding hingga distribusi saham dilakukan dengan rapi, sehingga menciptakan keseimbangan antara minat investor dan ketersediaan saham.
Dari sisi struktur penawaran, jumlah saham yang dilepas ke publik tergolong terbatas. Supply yang kecil ini membuat tekanan beli jauh lebih besar dibandingkan penawaran di pasar reguler.
Lonjakan harga RLCO juga mencerminkan sentimen positif terhadap IPO berkualitas di tengah pasar modal yang semakin selektif. Investor kini lebih fokus pada fundamental dan tata kelola perusahaan.
Fenomena ARA beruntun pada RLCO menunjukkan bahwa pasar masih sangat responsif terhadap emiten dengan cerita bisnis yang kuat dan eksekusi yang disiplin.
Secara sosial-ekonomi, suksesnya IPO RLCO memberi sinyal bahwa kepercayaan investor domestik terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga, meski di tengah ketidakpastian global.
Capaian ini juga menjadi catatan penting bagi calon emiten lain yang berencana melantai di bursa, terutama terkait pentingnya kesiapan manajemen dan struktur IPO yang sehat.
Dengan performa tersebut, RLCO kini dipandang sebagai benchmark IPO 2025 dan menjadi sorotan utama pelaku pasar dalam beberapa pekan ke depan.














