JAKARTA, Cobisnis.com – Nama Denada kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul polemik terkait pengakuan anak kandung dengan Ressa Rizky Rossano. Isu tersebut mencuat usai Ressa menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan nilai gugatan mencapai Rp7 miliar, karena merasa tidak pernah diakui sebagai anak selama puluhan tahun.
Perkembangan terbaru, Denada akhirnya menyampaikan pengakuan terbuka dan permintaan maaf kepada Ressa melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Senin, 3 Februari 2026. Dalam pernyataannya, Denada mengakui bahwa Ressa Rizky Rossano merupakan anak kandungnya, setelah selama 24 tahun Ressa hidup tanpa mengetahui identitas ibu biologisnya.
“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Resa Rosano adalah anak kandung saya. Dan saya benar-benar meminta maaf kepada Resa karena Resa tidak hidup bersama saya sejak masih bayi,” ujar Denada dalam video tersebut.
Polemik ini menjadi sorotan luas publik dan turut membawa kembali perhatian terhadap latar belakang pendidikan serta perjalanan karier Denada di dunia hiburan.
Latar Belakang Pendidikan Denada
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan lahir pada 19 Desember 1978. Ia merupakan anak sulung dari penyanyi sekaligus politikus Emilia Contessa dan Rio Tambunan, seorang pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Denada menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Jakarta, salah satu sekolah favorit di kawasan Setiabudi Timur, Jakarta Selatan. Setelah lulus, ia melanjutkan studi ke Universitas Trisakti dengan mengambil jurusan Arsitektur.
Di tengah perjalanan pendidikannya, Denada sempat meninggalkan dunia hiburan untuk melanjutkan studi ke Australia, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Perjalanan Karier di Dunia Hiburan
Karier Denada di industri musik dimulai pada awal 1990-an sebagai penyanyi rap. Namun, setelah kembali dari Australia, ia memutuskan untuk beralih ke genre dangdut. Keputusan tersebut terbukti membawa kesuksesan besar dalam kariernya.
Sejumlah lagu dangdut Denada mendapat sambutan positif dan mengantarkannya meraih nominasi serta penghargaan bergengsi, seperti Anugerah Musik Indonesia (AMI) dan Penghargaan MTV Indonesia pada tahun 2005.
Sepanjang kariernya, Denada telah merilis sembilan album, di antaranya Kujelang Hari (1994), Ini Album Gue (1997), Awal Baru (2000), Call Me Dena (2010), hingga One Stop Dangdut (2007). Selain album, ia juga dikenal lewat sejumlah single populer seperti Bisa Gila, Kamu Memang Gila, No Way, Mercusuar, Pitik Gemoy, dan Cuan.
Tak hanya di musik, Denada juga merambah dunia seni peran. Ia pernah membintangi film layar lebar seperti Kau & Aku Cinta Indonesia dan Bulan di Atas Kuburan, serta tampil di sejumlah sinetron dan serial televisi, termasuk Rahasia Ilahi dan Cahaya Surga.
Di tengah polemik yang sedang dihadapi, perjalanan pendidikan dan karier Denada kembali menjadi sorotan publik, seiring proses hukum yang masih berjalan terkait pengakuan anak kandung tersebut.














