• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, March 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Red Hat Integrasikan Ansible Platform dan ACM Kubernetes: Automasi IT Kelas Enterprise

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
November 24, 2020
in Teknologi
0
Red Hat Integrasikan Ansible Platform dan ACM Kubernetes: Automasi IT Kelas Enterprise

Cobisnis.com – Red Hat mengintegrasikan Red Hat Ansible Automation Platform dengan Red Hat Advanced Cluster Management (ACM) for Kubernetes yang diluncurkan pada Juli 2020. Integrasi ini dilakukan untuk mengakselerasi automasi dan integrasi antara cloud-native dan infrastruktur tradisional.

Secara keseluruhan, integrasi ditujukan guna mendorong modernisasi aplikasi di lingkungan IT, menyederhanakan alur kerja, dan meniadakan pemisahan (silos) yang terjadi antara server tradisional dan mesin virtual (VM) serta kluster cloud-native, termasuk Red Hat OpenShift.

Joe Fitzgerald, VP Management Red Hat, Joe Fitzgerald, mengatakan integrasi Red Hat OpenShift dan Ansible Automation Platform menjadikan perusahaan/organisasi dapat memanfaatkan Ansible dalam pengelolaan infrastruktur dan penerapan aplikasi.

“Kami yakin Ansible secara de facto telah menjadi standar dalam automasi, dan Red Hat punya banyak sekali otomatisasi Ansible yang siap digunakan, mencakup berbagai domain, dan terkurasi, tersertifikasi, dan di-support dengan baik,” ujar Joe Fitzgerald dalam siaran pers yang diterima Cobisnis.

Red Hat ACM membantu enterprise mengelola dan meningkatkan kapasitas kluster-kluster OpenShift di seluruh hybrid cloud, sehingga perusahaan/organisasi terkemuka di industri bisa menikmati pengelolaan yang lebih baik pada platform Kubernetes.

Menghubungkan Cloud Tradisional dan Hybrid

Pembaruan dan modernisasi aplikasi IT adalah prioritas utama pada saat ini. Berdasarkan data Gartner, pada 2022, hanya 40 persen software pengelolaan container pada 2019 akan tetap kompetitif atau eksis. Sehingga berbagai keputusan yang berkaitan dengan produk pada saat ini harus lebih bersifat taktis.

Red Hat OpenShift adalah platform yang powerful dan scalable untuk transformasi tersebut. Banyak organisasi/perusahaan tak bisa begitu saja meninggalkan sistem IT yang mereka gunakan saat ini, karena ada investasi dan workload penting yang mengunakan sistem tersebut.

Banyak tim IT terpaksa memisahkan tim teknologi stack dan memilah-milah tim untuk memecahkan masalah workflow yang terpisah itu, di mana masing-masingnya memerlukan tool dan strategi yang berbeda. Alhasil, yang tumbuh adalah kompleksitas dan gesekan-gesekan (friksi).

“Integrasi antara Ansible Automation Platform dan Red Hat ACM bertujuan untuk memecahkan kesulitan yang dialami oleh tim IT di enterprise tadi. Caranya dengan merampingkan toolset dan melakukan “handoffs” antara teknologi tradisional dan cloud-native.”

Red Hat ACM menjawab kebutuhan pengelolaan dan monitoring terhadap cloud-native. Ketika workflow di level aplikasi atau infrastruktur IT yang lama dibutuhkan, ia akan bertindak selaku panel kontrol di seluruh kluster Red Hat OpenShift untuk memicu kapabilitas Ansible, seperti menjalankan pembaruan sistem, mengkonfigurasi load balancer, melakukan scaling pada server resource dan sebagainya.

“Minat pada pengelolaan lintas cloud dan visibilitas yang konsisten sedang naik daun dengan cepat akhir-akhir ini. Seiring dengan tren perusahaan memindahkan lebih banyak workload ke platform infrastruktur hybrid maupun multicloud, termasuk VM dan lingkungan berbasis container,” kata Research VP Cloud Management IDC, Mary Johnston Turner.

Sebagai hasilnya adalah sebuah workflow tunggal dalam mengelola lingkungan hybrid cloud yang kompleks tanpa memaksa perusahaan memilih antara kebutuhan IT sekarang dan kebutuhan IT yang dibutuhkan pada masa depan.

Red Hat memanfaatkan keunggulan fondasi OpenShift Kubernetes Operator untuk melakukan otomatisasi IT di lingkungan hybrid cloud. Operator Kubernetes akan lebih mudah menjalankan aplikasi saat menerapkan OpenShift. Dengan Resource Operator for Red Hat ACM, teknologi ini dapat meminta Ansible mengeksekusi berbagai task secara efisien di luar kluster Kubernetes.

“Mayoritas pemimpin di perusahaan pengelolaan infrastruktur cloud mengatakan penting sekali memiliki management tool dan kapabilitas yang mencakup berbagai lingkungan cloud, termasuk public, private, hosted dan edge location,” jelas Mary.

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
download intex firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
lynda course free download

Related Posts

Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

Bantuan Pascabencana Gelombang II Disalurkan, Aceh Timur Terima Lebih dari Rp100 Miliar

by Dwi Natasya
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Safrizal ZA menyampaikan bahwa pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra melalui skema...

Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

by Dwi Natasya
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mandiri Inhealth bersama Mandiri Amal Insani menggelar kegiatan sosial di pesantren disabilitas milik Yayasan Visi Maha Karya sebagai...

Pembuatan Lemang

Pembuatan Lemang

by Rizki Meirino
March 17, 2026
0

Aktivitas pembuatan pembuatan Lemang alias Lemang Bambu makanan khas Minang Sumatera Barat, di industri lemang rumahan, Kramat Senen,...

Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

by Dwi Natasya
March 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jamkrindo mencatat kinerja positif pada awal tahun 2026 dengan membukukan volume penjaminan sebesar Rp27,68 triliun hingga Februari 2026....

IRGC Iran Dikabarkan Memburu 11 Ribu Tentara AS di Timur Tengah

IRGC Iran Dikabarkan Memburu 11 Ribu Tentara AS di Timur Tengah

by Hidayat Taufik
March 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC menyerukan kepada masyarakat di sejumlah negara Arab untuk memberikan informasi mengenai...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Posko Mudik BSI

Posko Mudik BSI

March 16, 2026
Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

Bantuan Pascabencana Gelombang II Disalurkan, Aceh Timur Terima Lebih dari Rp100 Miliar

March 17, 2026
Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

Semangat Ramadan, Mandiri Inhealth dan MAI Gelar Aksi Sosial di Pesantren Disabilitas

March 17, 2026
Pembuatan Lemang

Pembuatan Lemang

March 17, 2026
Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

March 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved