JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Inggris menegaskan tidak akan ikut terlibat dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. London memilih jalur diplomasi untuk meredakan konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Ia menegaskan bahwa Inggris tidak akan bergabung dalam serangan militer terhadap Iran meskipun ada tekanan dari sekutu Barat.
Starmer mengatakan penyelesaian konflik terkait program nuklir Iran seharusnya dilakukan melalui jalur negosiasi. Menurutnya, perang terbuka justru berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan memicu konflik yang lebih luas.
Dalam konferensi pers di Downing Street, London, Starmer menyampaikan bahwa diplomasi masih menjadi jalan terbaik untuk menghindari eskalasi militer yang semakin besar. Ia menilai dialog internasional lebih efektif dibandingkan penggunaan kekuatan militer.
Pemerintah Inggris juga menilai konflik terbuka berisiko menyeret negara-negara Teluk Arab ke dalam perang yang lebih luas. Situasi tersebut dapat memperburuk stabilitas keamanan di Timur Tengah yang selama ini sudah cukup rentan.
Meski menolak ikut menyerang Iran, Inggris tetap memperkuat pertahanannya di kawasan Teluk. Pemerintah Inggris telah mengirim empat jet tempur Typhoon ke Qatar sebagai langkah pengamanan.
Starmer menegaskan bahwa pengerahan jet tempur tersebut bersifat defensif. Langkah itu dilakukan untuk melindungi kepentingan dan aset Inggris yang berada di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, kehadiran militer Inggris di wilayah tersebut bukan untuk melakukan serangan terhadap Iran. Pemerintah Inggris ingin memastikan keamanan personel dan fasilitasnya tetap terjaga di tengah konflik yang meningkat.
Penolakan Inggris terhadap operasi militer ini juga sejalan dengan sikap beberapa negara Eropa lainnya. Sejumlah negara sekutu Barat menunjukkan perbedaan pandangan terkait cara menghadapi Iran.
Pemerintah Jerman sebelumnya juga menyatakan tidak akan ikut dalam serangan militer terhadap Iran. Hal serupa dilakukan oleh Spanyol yang menolak penggunaan pangkalan militernya untuk operasi militer melawan Teheran.
Sementara itu, konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih terus berlangsung. Militer AS dan Israel dilaporkan memperluas serangan ke sejumlah wilayah di Iran dengan menggunakan rudal dan pesawat tempur.
Di sisi lain, Iran juga melakukan serangan balasan menggunakan drone tempur dan rudal. Serangan tersebut menargetkan wilayah Israel serta beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang regional. Karena itu, sejumlah negara mulai mendorong upaya diplomasi untuk mencegah eskalasi yang lebih besar.













